SURABAYA | duta.co – Tentara Manunggal Membangun Desa reguler (TMMD) yang ke 104 diwilayah Kodam V Brawijaya, secara resmi telah dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr H Emil Elistianto Dardak. Pembukaan TMMD ke 104 kali ini dipusatkan di wilayah Kodim 0804/Magetan.

Selama pelaksanan TMMD, TNI mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat, salah satunya adalah pendapat Wakil Gubernur yang menyampaikan bahwa keberadaan TMMD merupakan salah satu program unggulan TNI , guna mengurangi angka kemiskinan, dan tentunya program TMMD tersebut di sinergikan dengan dengan program-program desa, maupun pembangunan lainnya.

“Program TMMD diharapkan mampu membantu meningkatkan percepatan pencapaian 6 target pembangunan. 6 target itu merupakan pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta menempatkan desa sebagai subjek pembangunan,” Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Kapendam V Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S IP, MM, saat ditemui wartawan duta.co menyampaikan, pada prinsipnya, Wakil Gubernur Jawa Timur bangga dengan program TMMD ini.

“Pada prinsipnya, Wakil Gubernur Jawa Timur senang dan bangga dengan program TNI ini. Beliau berharap, TMMD terus konsisten dalam pemberdayaan ekonomi rumah tangga, agar maju dan berdaya saing serta didorong pemanfaatan tanah pekarangan untuk kemandirian pangan,” jelas Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto kepada wartawan duta.co, Salasa (19/03/2019)

Sasaran TMMD

Selain membangun berbagai infrastruktur dan memberikan edukasi akan nilai-nilai Pancasila, TMMD juga mengajarkan secara langsung bagaimana hidup berdampingan secara harmonis antara masyarakat, TNI dan pemerintah daerah. Kapendam menambahkan, ada lima Kabupaten yang menjadi sasaran TMMD ke 104.

“Untuk TMMD ke 104, diwilayah Kodam V Brawijaya ada lima kabupaten, yaitu, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Jember,” Imbuh Kapendam.

Untuk TMMD diwilayah kabupaten Magetan, sasaran utamanya jalan poros yang menghubungkan antar desa, perbaikan drainase dan jembatan. Untuk Kabupaten Tuban, perbaikan rumah tidak layak huni. Untuk Kabupaten Sumenep, perbaikan jalan dan rumah tidak layak huni, sedangkan Kabupaten Lamongan, jalan desa yang selama ini menghambat transportasi.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Dalam pelaksanaan TMMD, hampir semua Kodim melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur berupa jalan-jalan kampung. Pembangunan jalan-jalan kampung ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Karena, distribusi kebutuhan masyarakat jadi lebih lancar, sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Selain membangun fisik dan non fisik, juga adanya kegiatan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Hal ini terlihat pada adanya anjuran untuk personel yang terlibat TMMD untuk tidur dan bertempat tinggal di rumah masyarakat, dengan menggunakan ULP personel yang diserahkan kepada pemilik rumah. Hal ini merupakan suatu hal yang membanggakan bagi masyarakat.

“Selama kegiatan TMMD, setiap hari ada masyarakat yang secara bergiliran ikut dengan prajurit bersama-sama bergotong-royong memperbaiki berbagai fasilitas yang ada di wilayahnya,” ujar Kapendam, Kolonel Inf Singgih.

Selama ini, hubungan yang harmonis antara masyarakat dan TNI terlihat pada saat upacara penutupan. terjadinya suasana haru pada saat personel TMMD meninggalkan tempat TMMD, hal ini membuktikan bahwa TMMD membawa pengaruh yang positif bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Diharapkan, pada saat penutupan TMMD secara serempak, yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2019, dapat memberi kesan persaudaraan yang erat antara masyarakat dan TNI, sehingga terjalin persatuan dan kesatuan antara seluruh komponen bangsa,” tutup Kapendam V Brawijaya. (nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry