
JOMBANG | duta.co — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, menyasar pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hunian warga. Melalui kolaborasi Pemkab Jombang dan TNI, jalan rabat beton sepanjang 1.338,5 meter dibangun, 10 rumah tidak layak huni (RTLH) diperbaiki, dan enam unit mandi, cuci, kakus (MCK) disediakan untuk mendukung akses transportasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, Dandim 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo, Sekdakab Agus Purnomo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala perangkat daerah meninjau langsung pelaksanaan program tersebut, Kamis (8/10/2026).
Rombongan menerabas medan jalan di Desa Pojok Klitih dan Desa Jipurapah untuk menjangkau warga di wilayah utara Sungai Brantas. Kunjungan ini sekaligus melihat hasil pembangunan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Jombang dan dilaksanakan oleh TNI.
Salah satu sasaran utama TMMD adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.338,5 meter yang menghubungkan Dusun Cepit, Desa Pojok Klitih, dengan Waturupit, Desa Jipurapah. Proyek dengan anggaran Rp1.417.621.713 itu diharapkan memperlancar mobilitas warga, membuka akses antardesa, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, program ini menyasar perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni. Pembenahan meliputi lantai, dinding, hingga atap agar rumah warga lebih layak ditempati. Salah satu penerima manfaat adalah Kasuri, warga Dusun Waturupit. Perbaikan rumah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah pedesaan.
TMMD juga membangun enam unit MCK untuk mendukung sanitasi dan kebersihan lingkungan keluarga. Total anggaran untuk perbaikan 10 unit RTLH dan pembangunan enam unit MCK mencapai Rp392 juta, dengan rincian Rp350 juta untuk RTLH dan Rp42 juta untuk MCK.
Bupati Warsubi mengatakan, pembangunan infrastruktur desa bukan sekadar menghadirkan jalan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas dan perekonomian.“Membangun jalan berarti membuka akses serta memberi lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk bergerak, bekerja, dan berkembang. Insyaallah manfaatnya dirasakan hingga pelosok wilayah. Bersama, kita wujudkan Jombang yang semakin maju dan sejahtera untuk semua,” ujar Warsubi.
Di sela peninjauan, Warsubi bersama jajaran Forkopimda duduk lesehan dan berbaur dengan warga tanpa sekat formalitas. Warga menyambut kedatangan rombongan dengan antusias serta menyampaikan terima kasih atas pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar mereka.
Program TMMD di Plandaan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembangunan infrastruktur, perbaikan hunian, dan penyediaan sanitasi di kawasan pedesaan. Sejalan dengan semangat Mbangun Deso, Noto Kutho, pembangunan diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa yang membutuhkan peningkatan akses dan fasilitas dasar. (din)






































