Siswa dan guru TK Islam Alazka Surabaya merayakan kemenangan juara 2 Lomba Asah Terampil PAUD Kota Surabaya 2026. DUTA/ist
SURABAYA | duta.co — Kabar membanggakan kembali datang dari TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Tim peserta didik berhasil meraih Juara 2 Lomba Asah Terampil PAUD Kota Surabaya 2026, dalam ajang yang diikuti oleh 168 tim peserta dari berbagai satuan PAUD di Kota Surabaya.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kerja sama, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Dalam lomba yang mengangkat tema “Sampah Rumahku, Karya Ceriaku”, TK Islam Alazka Surabaya menghadirkan sebuah karya kreatif bertajuk “The Recycled Happy Library Train”.

The Recycled Happy Library Train merupakan kereta perpustakaan ceria yang dibuat dengan memanfaatkan berbagai material bekas. Melalui karya ini, anak-anak diajak melihat barang-barang yang sudah tidak terpakai dari sudut pandang yang berbeda: bukan sekadar sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang kreatif, bermanfaat, dan menyenangkan.

Konsep tersebut menjadi cara TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya untuk mengenalkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada anak-anak melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Material seperti kardus, kemasan bekas, dan berbagai barang yang tersedia di lingkungan sekitar diolah menjadi bagian dari sebuah kereta perpustakaan yang sarat dengan unsur kreativitas.

Pemilihan konsep perpustakaan juga memberikan pesan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan budaya literasi. Kereta tersebut tidak hanya menjadi karya dari barang bekas, tetapi juga menggambarkan perjalanan anak-anak menuju dunia pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.

Melalui “The Recycled Happy Library Train”, anak-anak belajar bahwa sebuah karya dapat lahir dari benda-benda sederhana yang ada di sekitar mereka. Proses pembuatannya juga menjadi sarana untuk menumbuhkan imajinasi, kreativitas, kemampuan bekerja sama, keberanian mencoba, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan dan pemberian penghargaan turut dihadiri oleh Ibu Rini Eri Cahyadi. Kehadiran beliau menjadi salah satu momen istimewa bagi para peserta dan seluruh pendamping. Pada kesempatan tersebut, Ibu Rini Eri Cahyadi turut menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang, termasuk tim TK Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya yang berhasil meraih Juara 2.

Momen penyerahan hadiah tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Selain mendapatkan apresiasi atas karya yang telah mereka hasilkan, mereka juga berkesempatan bertemu dan berfoto bersama Ibu Rini Eri Cahyadi.

Kepala KB-TK Islam Alazka Surabaya, Iffatus Syakila, M.Psi., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih anak-anak. Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi tentang bagaimana anak-anak belajar berani berkarya, bekerja sama, dan melihat bahwa barang yang dianggap sebagai sampah ternyata dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui The Recycled Happy Library Train, anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar mereka,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.

“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman secara langsung. Ketika mereka ikut memilah, menggunakan kembali, dan mengubah barang bekas menjadi karya, mereka belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan di rumah maupun di sekolah. Di saat yang sama, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap buku dan literasi dengan cara yang menyenangkan,” tambah Iffatus.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari pendampingan dan bimbingan Bu Lely dan Bu Dila selaku guru pembimbing. Keduanya turut mendampingi peserta dalam mengembangkan konsep The Recycled Happy Library Train, mempersiapkan karya, hingga memberikan motivasi kepada anak-anak selama proses perlombaan.

Bu Lely dan Bu Dila menyampaikan bahwa proses persiapan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Kami berusaha membuat proses latihan dan persiapan lomba tetap menyenangkan bagi anak-anak. Mereka diberi ruang untuk menyampaikan ide, mencoba, dan berkreasi dengan barang-barang yang ada. Dari proses tersebut, kami melihat keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri mereka semakin tumbuh,” jelasnya.

Mereka juga menekankan bahwa karya yang dihasilkan merupakan bagian dari proses belajar dan keterlibatan anak-anak.

“Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak menikmati prosesnya. Mereka belajar bekerja dalam tim, menyelesaikan tantangan, dan bangga terhadap karya yang mereka buat. The Recycled Happy Library Train menjadi pengalaman yang tidak hanya mengajarkan tentang daur ulang, tetapi juga tentang kreativitas, kerja sama, dan kecintaan terhadap literasi,” katanya.

Prestasi ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen TK Islam Alazka Surabaya dalam menghadirkan pembelajaran yang mengembangkan kreativitas, karakter, kolaborasi, literasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui The Recycled Happy Library Train, anak-anak menunjukkan bahwa barang bekas dapat memiliki cerita dan kehidupan baru. Dari sampah rumah tangga, lahirlah sebuah karya ceria, dari kreativitas anak-anak, tumbuh pesan tentang lingkungan dan literasi.

Dari rumah, dari sekolah, dari barang sederhana, dan dari tangan-tangan kecil mereka perubahan dapat dimulai. ril/lis