Tampak La Nyalla dan Gubernur Jatim Khofifah saat menyantuni anak-anak yatim. (FT/SUUD)

SURABAYA | duta.co – Ketua KADIN Jatim Ir H La Nyalla Mahmud Mattalitti berharap kerjasama yang sudah terjalim baik antara Kadin dengan Pemprov Jatim bisa terus ditingkatkan. Sebab berkat kerjasama yang baik tersebut, Jatim bisa menjadi provinsi dengan PDRB terbesar kedua setelah DKI Jakarta dalam urusan ekonomi.

“PDRB Jatim tembus 2100 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen. Sektor penggerak ekonomi terbesar ada pada sektor akomodasi mamin, jasa kesehatan sosial dan industri pengolahan,” kata La Nyalla saat buka bersama dengan Gubernur dan Wagub Jatim di kantor Kadin Jatim, Surabaya, Jumat (25/5/2019)

Sebaliknya, kata La Nyalla sektor yang mengalami penurunan adalah  pertanian, perkebunan, kehutanan serta pengadaan listrik dan gas. “Saya titip Kadin Jatim supaya tetap bisa menjadi mitra pemprov Jatim seperti era Gubernur Jatim sebelumnya,” pinta pria  yang akan mengakhiri masa jabatan ketua Kadin Jatim periode kedua pada akhir 2019 mendatang.

Ia juga berharap Gubernur Jatim Khofifah bisa mendorong kepada para pengusaha di Jatim supaya mau bergabung dengan Kadin. “Kami butuh surat edaran yang mewajibkan pengusaha menjadi anggota Kadin. Jabatan yang kita emban ini merupakan ladang amal  dan sarana untuk berbuat kebaikan,” imbuh anggota DPD RI terpilih ini.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan estimasi PDRB Jatim 2019 mencapai Rp. 2.382 triliun. Sedangkan stimulasi dari APBD Jatim hanya sebesar Rp. 33,5 trilitun atau sekitar 1,3 persen.

“Jadi perekonomian dan perkembangan Jatim itu sangat bergantung kepada para pengusaha. Pemerintah provinsi hanya mengurus hal-hal yang pengusaha tidak tertarik seperti masalah kemiskinan, disparitas, dan lain sebagainya,” kata Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menjelaskan salah satu potensi ekonomi yang bisa dikembangkan yakni sektor pariwisata. Mengingat, potensi wisata Jatim tidak kalah dengan provinsi lain. Seperti, Gili Labak yang tak kalah dengan Bali maupun Lombok.

Intervensi Sektor Riil

Bahkan di Pulau Gili Hyang Sampang Madura itu oksigennya terbaik kedua di dunia. Sehingga disana banyak dijumpai orang yang usianya panjang dan sehat-sehat. “Kami juga tengah merevitalisasi pelabuhan Dungkek menuju Gili Hyang dan Pelabuhan Kalianget Sumenep yang mengalami sedimetasi sehingga kapal pesiar tak bisa langsung sandar,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya juga mengajukan Bandara Abdurrahman Saleh menjadi bandara Internasional. Mengingat, transportasi darat khususnya jalan tol juga sudah selesai sehingga wisatawan lebih mudah mengakses wisata yang ada di Malang Raya hingga Jember.

“Kami berharap Kadin Jatim bisa membantu intervensi agar sektor riil bisa bergerak lebih baik lagi,” imbuh Khofifah Indar Parawansa.

Masih di tempat yang sama, Ustadz Maliki Malik dari Krian Sidoarjo saat memberikan kuliah tujuh menit mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini bergantian. Karena itu kita harus bisa meninggalkan yang terbaik supaya bisa dikenang menjadi amal jariyah sehingga pahalanya terus mengalir walau kìta sudah meninggal dunia. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry