Para pembicara di ajang International Conference of Special Education yang digelar di Surabaya, Sabtu (13/7). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Malaysia punya kebijakan sendiri dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) agar bisa bersekolah dan mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Malaysia memiliki kebijakan yang diberinama zero reject policy.  Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pendidikan Malaysia, Dr Datuk Amin Sanin mengatakan jumlah ABK di Malaysia memang tidak sebanyak di Indonesia. Jumlahnya sekitar 83 ribuan.

“Jadi semua sekolah itu tidak boleh ada yang menolak ABK untuk masuk di sekolah mereka. Tidak ada penolakan apapun,” tukasnya di International Conference on Special Education, di Surabaya, Sabtu (13/7).

Begitu pun dengan orang tua. Orang tua kata Datuk, disadarkan agar tidak mau memiliki anak ABK. Dengan tidak malu itu, maka orang tua akan membawa anak-anaknya ke sekolah untuk belajar.

“Di Malaysia juga sama, orang tua banyak yang malu ketika memiliki anak ABK,” tukasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.