TIGA siswi Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Trate Gresik saat mempraktikkan cara membuat tinta dari bahan daun jambu biji, di laboratorium sekolahnya.(ft.duta: agus)
GRESIK | duta.co  – Tinta spidol boardmarker yang biasa dipake masyarakat pada umumnya, mengandung senyawa Xylene yang dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh. Seperti halnya gangguan pada pernafasan, gangguan otak dan kerusakan hati juga ginjal. Hal itu diterangkan tiga siswi yang berhasil membuat tinta spidol alternatif dari bahan daun jambu biji.
Hasil temuan ketiga siswi kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Trate Gresik ini diujikan pada lomba penelitian siswa tingkat Nasional (LPSN) 2017 di Jakarta. Daun jambu biji mengandung senyawa Tanin berupa Flavan 3,4 diols dan senyawa Antosianin berupa Cyanidin 3 Shoporoside serta Cyonidin 3 Glucoside. Dimana senyawa tersebut sebagai pigmen warna kuning hingga coklat tua.
“Tinta ini merupakan alternatif tinta yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Seperti halnya tinta pada umumnya, jika digoreskan di kertas tidak dapat dihapus. Namun jika di goreskan pada whiteboard seperti tinta di pasaran, warnanya terang dan bisa dihapus,” terang Yulistya Rahma F saat di ruang Lab sekolahnya kemarin (28/10).
Penelitian ini juga pernah menyabet juara pertama pada National Creativity Comprtition (NCC) 2017 di Darul Ulum BPPT Jombang. Pada cabang Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur. Salah satu keunggulan nya disekolah, tinta daun jambu biji menjadi penghematan pengadaan tinta spidol di sekolah hingga jutaan rupiah.
Tinta ini sangat mudah dalam pembuatannya, dengan bahan dasar daun jambu biji yang banyak ditemui dilingkungan kita. Kemudian direbus hingga mendidih lalu ditiriskan lalu air rebusan disatukan dengan bahan campuran. Seperti paku yang sudah berkarat, tepung maizena, bahan pengental makanan (CMC) dan cuka,
“Daun ini memiliki Tanin dan Antosianin yang kuat dari daun lain kemudian Paku berkarat mengandung ion besi yang bereaksi dengan Tanin yang menghasilkan senyawa besi Tannat berwarna hitam. Tepung maizena sebagai zat pengisi agar tinta tebal dan CMC menyatukan zat warna, sedangkan Cuka menguatkan warna pada tinta,” urai Nurmala Sholikah dan Indriyani bersahutan menjawab.
Sementara itu, Nduk Muslikhah S.Pd.I, kepala Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Trate Gresik sangat mengapresiasi. Kedepan pihaknya akan melakukan penyempurnaan pada penelitian siswanya diatas, dan tidak menutup kemungkinan akan di produksi secara masal. Hingga penemuan ini tidak berhenti sampai disini saja, temuan terbaru daun yang semula dibrebus kini diganti dengan disangrai tanpa minyak.
“Untuk langkah awal mungkin kita pakai dulu untuk kalangan terbatas, paling tidak di lingkungan sekolah sendiri. Jika nanti hasilnya sudah bagus dan secara uji laboratorium klinis layak untuk diproduksi secara masal, pasti akan kita produksi lebih banyak. Dan ini sangat efisien dan ekonomis sekali,” pungkasnya.(gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.