Wabup Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, meninjau Posko dan Dapur Umum Mandiri di Desa Ngaban, Jumat (20/6/25). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menyampaikan keprihatinannya saat meninjau Posko dan Dapur Umum Mandiri di Balai Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (20/6/25).

Dalam kunjungannya, Wabup tidak hanya memastikan pelayanan bagi warga terdampak banjir berjalan baik, tetapi juga melihat langsung kondisi kantor desa yang belum layak digunakan akibat belum terealisasinya pembangunan karena kekurangan anggaran.

Saat dikonfirmasi duta.co lokasi, Wabup Mimik mengapresiasi semangat gotong-royong warga dan pemerintah desa setempat.

“Alhamdulillah hari ini saya berkunjung ke Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin. Saya sangat mengapresiasi gotong royong masyarakat dan pemerintah desa di sini. Mereka luar biasa, punya inisiatif membuka dapur umum mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, inisiatif tersebut patut didukung oleh pemerintah. “Sebagai pemerintah, kami tentu merasa malu. Insyaallah ke depan pemerintah akan lebih memperhatikan kondisi masyarakat, khususnya yang terdampak banjir,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama tiga hari ke depan, dapur umum tersebut menargetkan membagikan sekitar 900 porsi makanan untuk warga terdampak.

“Alhamdulillah sesuai rencana 900 porsi selama tiga hari. Beberapa titik banjir sudah mulai surut. Mudah-mudahan tidak banjir lagi, karena kondisi Sidoarjo memang rawan. Tapi pemerintah akan terus berupaya, salah satunya dengan normalisasi sungai secara berkala, mungkin setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.

Selain itu, Mimik juga sempat mencicipi masakan dapur umum tersebut. “Dan untuk masakannya sangat higienis dan enak, bumbunya nggak kaleng-kaleng,” ungkapnya sambil tersenyum.

Upayakan Bantuan Anggaran untuk Diperbaiki

Terkait kondisi kantor Desa Ngaban, Wabup menyampaikan keprihatinannya. “Tadi saya cukup kaget melihat kondisi kantor desa yang memang sudah tidak layak untuk pelayanan masyarakat. Kami akan segera berkoordinasi, mudah-mudahan ada bantuan anggaran agar bisa segera diperbaiki. Insyaallah kami akan komunikasi lebih lanjut dengan Pak Bupati,” pungkasnya.

Kepala Desa Ngaban, Budi Utomo, S.Sos., menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan dapur umum mandiri di desanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, baik Forkopimka, khususnya kepada Ibu Mimik, Wakil Bupati Sidoarjo, yang telah peduli khususnya kepada Desa Ngaban. Dapur umum mandiri ini juga tidak lepas dari dukungan Bapak Camat Tanggulangin, Pak Sabino, serta seluruh lembaga yang ada di desa kami,” ujarnya.

Menurut Budi, pelaksanaan dapur umum mandiri didukung oleh anggaran PAD desa, bantuan Dinas Sosial, serta berbagai pihak lainnya. “Kemarin kami juga mendapat bantuan dari Bu Risma melalui Bu Kasipah, dan hari ini dari Bu Mimik bersama tim Tagana. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” imbuhnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten terus terjaga dalam menghadapi bencana. “Mudah-mudahan kalau ada bencana lagi, semua stakeholder, baik dari kecamatan maupun kabupaten, tetap siaga, kompak, dan guyub rukun untuk mengatasi semuanya,” harapnya.

Terkait distribusi makanan, Budi menyebutkan dapur umum mandiri menyiapkan sekitar 900 bungkus setiap harinya selama tiga hari. “Untuk satu kali pembagian ada sekitar 900 bungkus, dilaksanakan selama tiga hari,” jelasnya.

Untuk kondisi kantor Desa Ngaban yang hingga kini belum layak untuk digunakan melayani masyarakat (pembangunan terkendala anggaran). “Terkait kondisi kantor desa, memang saat ini keadaannya sangat memprihatinkan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten agar pembangunan kantor desa ini bisa segera terealisasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Tanggulangin, Sabino Mariano, melalui Sekretaris Camat (Sekcam), Widia Helita kepada wartawan mengatakan, dapur umum mandiri ini merupakan inisiatif Forkopimcam bersama kepala desa dan BPD Ngaban untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga terdampak banjir.

“Tentunya hal ini perlu mendapat dukungan dari kecamatan serta Pemkab Sidoarjo. Terima kasih atas perhatian pemerintah kabupaten, khususnya Bupati dan Wabup. Ini menambah semangat kami dalam menanggulangi bencana, khususnya banjir yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah kami,” terang Widia Helita. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry