TUBAN | duta.co – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban bekerja sama dengan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) berikan pelatihan Digital Content Training kepada 30 orang pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM) ring 1 di sekitar SBI pabrik Tuban. Kamis (26/1/2023).

General Affair & Community Relations Manager,  Yunani Rizzal, menuturkan, kegiatan hari merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan untuk melakukan pemulihan sosial ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Program kali ini selaras dengan arahan pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi yang dapat dimulai dari pemulihan sektor UMKM. Hal ini dikarenakan 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM, untuk itu sudah saatnya UMKM merambah ke pasar go-digital.

“Pada era digital setiap UMKM berpotensi untuk melebarkan usahanya dengan memproduksi sebuah konten produk. Semakin menarik konten yang dibuat, akan semakin banyak yang tertarik untuk membeli produknya. Agar konten-konten yang dibuat menarik, dibutuhkan kompetensi yang cukup dalam membuat konten. Inilah alasan yang mendasari digelarnya pelatihan membuat dan mengembangkan konten di SBI dengan menggandeng RPS sebagai fasilitator,” ungkap Rizzal.

Lebih lanjut General Affair & Community Relations Manager, menambahkan untuk merambah pasar digital para peserta nantinya diberi bekal dalam pembuatan konten dan memasarkan produk secara online, dengan begitu diharapkan di era digital para pelaku UMKM dapat bersaing memasarkan produknya dan semakin berkembang.

“Selain memberikan materi bekal pembuatan konten yang merupakan keahlian temen-teman media dibidang publikasi, para peserta juga nantinya didampingi. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini memberikan wawasan, mulai pengambilan foto, video hingga pemasaran dengan baik di media sosial,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua RPS, Khoirul Huda, berpesan agar para peserta memaksimalkan pelatihan yang diikuti, wartawan Harian Bhirawa ini juga menegaskan pemateri adalah para pelaku yang telah teruji dan bidangnya.

“Silahkan ini dimanfaatkan dengan baik. Kalau ada yang ditanyakan ditanyakan saja terkait bagaimana membuat konten dan melakukan pemasaran produk dimedia sosial,” ujar Huda.

Sementara itu, pemateri digital marketing dan sosial media, Edy Purnomo mengungkapkan, berdasarkan data dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia pengguna internet di Indonesia pada tahun 2022 tercatat sebanyak 210 juta orang. Untuk itu, ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM guna memasarkan produknya secara online. Baik melalui media sosial maupun marketplace.

“Itu sebabnya, pasar di Indonesia menjadi jujugan pemasaran online. Indonesia pangsa pasar nomer 3 di Dunia. Sebagai UMKM kita harus mulai melakukan pemasaran secara online, sehingga bisa menyasar pasar dan pembeli yang lebih luas,” ucap GM blokTuban.com ini.

Ia menambahkan, penjualan secara online bisa dilakukan dengan simpel, tanpa harus menyewa atau membeli toko maupun tempat untuk berjualan. Pelaku UMKM hanya membutuhkan handphone dengan paket data kemudian mengunggah ke medsos atau marketplace.

“Makanya eman kalau produk yang kita hasilkan hanya dipasarkan kepada tetangga dan sekitar saja. Kita harus memanfaatkan pemasaran produk kita menyasar pengguna medsos di Indonesia atau bahkan lebih luas lagi,” tambahnya.

Edy juga menyampaikan, dalam dunia digital marketing dibutuhkan kreativitas, kesabaran dan ketelatenan. Karena dalam memasarkan produknya, orang yang ada di desa maupun di kota mempunyai peluang yang sama. Hal tersebut berbeda dengan konsep pemasaran konvensional.

“Di online, kita jualan dari Desa Sawir sini dan dari Amerika itu peluang laku jualannya sama. Beda dengan jualan offline yang membutuhkan tempat jualan, toko dan tempatnya harus strategis. Kalo di online nggak perlu, kita hanya perlu kreatif dan punya niat saja untuk jualan,” pungkasnya. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry