
MOJOKERTO | duta.co — Pemasangan lift di Gedung DPRD Kota Mojokerto dalam tahap pengerjaan. Pemasangan lift di gedung dua lantai ini guna meningkatkan pelayanan publik.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto, Endah Supriyani ST MT, menuturkan, semua ruangan alat kelengkapan DPRD Kota Mojokerto, mulai dari ruang ketua dan wakil, komisi-komisi, fraksi-fraksi, hingga Bapemperda berada di lantai, termasuk Ruang Sidang Paripurna. Sedangkan lantai bawah sepenuhnya digunakan oleh sekretariat dewan.
“Karena semua ruangan untuk anggota dewan berada di lantai atas, maka siapa saja anggota dewan yang ngantor harus naik ke lantai atas, termasuk kalau ada sidang,” tutur Endah didampingi Kabid Penataan Ruang, Bangunan, dan Bina Konstruksi DPUPR Perakim Kota Mojokerto Ferry Hendri Koerniawan, ST.
Karena semua anggota DPRD Kota Mojokerto berkantor di lantai atas, maka bagi masyarakat yang akan menemui wakilnya di dewan harus naik ke lantai atas.
“Masyarakat yang datang ke dewan banyak yang sudah usia lanjut. Anggota dewan juga banyak sudah usia lanjut, bahkan ada beberapa yang usianya di atas 60 tahun. Selama ini harus naik tangga kalau ke lantai atas, kasihan,” ujarnya.
Maka dari itu, lanjutnya, untuk memberikan layanan yang prima kepada masyarakat, saat ini sedang dipasang lift untuk mempermudah naik turun ke lantai atas.
“Pemasangannya saat ini masih dalam proses, menunggu barangnya datang. Barangnya kan impor,” ujarnya.
Lebih jauh Kepala Bagian Perekonomian ini menjelaskan, nilai kontrak untuk pemasangan lift ini sebesar Rp 688.200 juta dengan penyedia Lobsang Indonesia.
“Kalau tempatnya kan sudah tersedia. Liftnya yang belum datang. Mereknya Lobsang. Informasinya saat ini sudah sandar dan diperkirakan dua minggu ke depan sudah terpasang. Kalau masangnya, sehari selesai,” pungkasnya.(ywd)







































