Festival Sholawat Albanjari yang digelar Bawaslu Kota Pasuruan di lapangan Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Minggu (10/11/2019). (DUTA.CO/Raffael)

PASURUAN | duta.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan mengadakan kegiatan pengawasan partisipatif berbasis budaya dengan menggelar Festival Sholawat Albanjari, di lapangan Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Minggu (10/11/2019).

Pendekatan berbasis budaya itu dilakukan dalam menghadapi Pilwali serentak 2020 mendatang. “Kami secara kelembagaan sosialisasi pengawasan partisipatif selama ini, hanya berbasis lebih normatif yakni mengedepankan untuk ajak masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Anas Muslimin, di sela acara.

Kegiatan partisipasi berbasis budaya dengan mengedepankan kearifan lokal ini, yakni dengan mengadakan kegiatan sosialiasi berbasis budaya yang mengakar di masyarakat. Karenanya para komunitas budaya dilibatkan untuk pengawasan partisipatif. “Sosialisasi ini akan kita tingkatkan jelang pilihan Walikota Pasuruan,” terangnya.

Anas juga meyakini Kota Pasuruan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 nanti. Untuk itu, kata dia, keterlibatan masyarakat, peserta, penyelenggara pemilu serta pemilih sangat diperlukan. “Dengan pendekatan Festival Sholawat Albanjari ini, kita berharap akan lebih dikenal masyarakat Kota Pasuruan,” imbuh Anas.

Festival Sholawat Albanjari dilaksanakan selama sehari dengan melibatkan berbagai komunitas Albanjari di Kota Pasuruan dan unsur budaya Kota Pasuruan yang identik dengan kota santri. Dari peserta yang mengikuti acara tersebut, ada sebanyak 45 tim, yang terdiri dari 450 orang. (raf)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry