WEBINAR : Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi (atas) saat membuka Webinar Literasi keuangan dengan narasumber Branch Manager Indopremier, Ami Nabila (duta.co/dok)

MALANG | duta.co – Kenyataan saat ini, literasi keuangan dan inklusi di bidang Pasar Modal masih kalah bersaing dengan tingkat pertumbuhan inklusi-literasi keuangan nasional.

Hal ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Berangkat dari hal tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggandeng PT. IPOT dalam gelaran Webinar Peluang investasi di Pasar Modal Indonesia.

Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE, MSi mengatakan rendahnya tingkat literasi dan inklusi di sektor pasar modal  tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Banyak perusahaan sekuritas hanya terkonsentrasi di pulau Jawa. Hal tersebut tercermin dari jumlah total Single Investor Identification (SID), baik saham, Surat Berharga Negara dan Reksadana yang masih rendah. Hal ini diperparah krisis kesehatan yang berdampak ke pasar modal.

“Kondisi inilah yang menyebabkan FEB UNISMA selalu konsisten dalam upaya menguatkan kompetensi calon lulusannya. Yakni dengan menggandeng PT IPOT sebagai mitra kerjasama, menggelar Webinar yang membahas peluang investasi di Pasar Modal,” ungkap Nur Diana.

Selanjutnya Dekan yang aktif memotivasi civitas akademikanya dengan berbagai kegiatan di masa pandemi, memberikan gambaran ditengah krisis kesehatan. Ia menyatakan hal tersebut menimbulkan keterpurukan IHSG di beberapa sektor seperti perhotelan, pariwisata, perbankan. Namun masih ada peluang investasi bagi sektor lain seperti teknologi, kesehatan maupun logistik dalam perdagangan saham.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager Indopremier Online Trading, Ami Nabila menguraikan, hendaknya memulai investasi tak perlu menunggu tua dan punya uang banyak. Mengingat manfaat yang akan didapat luar biasa secara finansial. Investasi itu bisa diawali dari masa muda.

“Saat ini ada program Yuks Menabung Saham. Cukup dengan Rp.100 ribu sudah dapat melakukan investasi. Uang ini bisa didapat dari orang tua, yang sebagian bisa langsung disisihkan untuk investasi di kemudian harinya,” ujar Ami Nabila saat mengisi Webinar Peluang Investasi di Masa New Normal.

Masih dengan Branch Manager Indopremier, bahwa Era Revolusi Industri 4.0 ini banyak platform yg mempermudah investasi. IPOT memiliki platform digital yang paling canggih di industri pasar saham. Untuk itulah pihaknya  menyosialisasikan kepada mahasiswa bahwa investasi itu mudah dan murah.

Ia pun menjabarkan proses Initial Public Offering (IPO) sebagai salah satu fasilitas bagi nasabah perusahaan Sekuritas ini. Yakni dengan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap nasabah PT Indo Premier Sekuritas saham perdana untuk setiap perusahaan yang di-underwrite sebelum listing di Bursa Efek Indonesia.

Trik memilih saham menjadi materi yang sangat diminati peserta Webinar ini. Narasumber Ami Nabila pun kemudian memberikan strategi bagaimana mengenali saham Blue Chips dan potensi keuntungannya. dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry