Suasana FGD Maarif Jatim dengan berbagai pihak untuk penguatan literasi di madrasah. DUTA/ist

MALANG | duta.co – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Jawa Timur menggandeng banyak pihak untuk meningkatkan mutu dan kualitas madrasah.

Di antaranya dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dan juga dengan Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk mencapai tujuan itu digelar  Focus Group Discussion (FGD) penguatan kelembagaan dalam meningkatkan layanan mutu pembelajaran literasi dan numerasi. FGD yang digelar di MI Nurul Huda Kedung Kandang Kota Malang pada Rabu (5/5/2021) lalu.

Dalam rilisnya Jumat (7/5/2021), FGD itu dihadiri Sunan Fanani mewakili Maarif NU Jatim, Mikael Adri Budi selaku Koordinator Program INOVASI Jawa Timur,  Abdul Mughni mewakili Kemenag, Ketua LP Maarif Kota Malang H  Sulthon dan beberapa tamu undangan serta Kepala Madrasah sebagai sasaran program.

Mengawali pertemuan FGD Malang, H Sulthon berharap dengan adanya program literasi ke depan madrasah di lingkungan Maarif khususnya di Malang bisa meningkatkan mutu pendidikan dan yang tak kalah penting syiar Nahdlatul Ulama.

“Saya  berharap agar para peserta FGD bisa interaktif saling berbagi informasi yang dibutuhkan agar nantinya program yang diamanahkan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Abdul Mughni dari Kemenag menegaskan peningkatan kualitas madrasah yang dicapai tidak hanya dari kualitas hasil tapi peningkatan kualitas semua aspek, baik sumber daya manusia (SDM), guru, layanan, maupun murid.

“Bicara soal peningkatan kualitas tentunya tidak hanya kualitas hasil, tapi ada kualitas layanan, ada kualitas proses. Dan, kualitas ini mulai dari sdm, guru, tenaga pendidikan yang lain,” tutur Mughni.

Sunan Fanani selaku penanggung jawab program menjelaskan pada  2021, PCLP Maarif NU Kota Malang berkesempatan mendapatkan pendampingan penerapan program pembelajaran literasi. “Sasaran di tahun ini memang di Malang dan kami berharap bisa berjalan sukses,” tandasnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry