
Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Tim Pengmas Unusa Kenalkan Kompres Herbal dan Latihan Sendi Mandiri


Kegiatan yang dilakukan pada Rabu ( 1/7/2026) lalu itu bertujuan untuk menekan ketergantungan lansia terhadap obat-obatan pereda nyeri serta meningkatkan kemandirian kesehatan.
Pengmas ini difokuskan pada penanganan Rheumatoid Arthritis (RA), sebuah penyakit autoimun kronis yang kerap memicu kekakuan, pembengkakan, hingga penurunan mobilitas pada lansia.
Rangkaian program diawali dari hasil rembug warga yang digelar sebelumnya pada 25 Juni 2026. Dalam pelaksanaannya, agenda ini dihadiri oleh 10 lansia, 10 perwakilan warga, 5 tokoh masyarakat, serta tim akademisi Unusa yang terdiri dari 2 dosen dan 3 mahasiswa.
Ketua tim pengmas Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), Dyah Ika Krisnawati menjelaskan keterbatasan pengetahuan mengenai terapi nonfarmakologis dan beban ekonomi menjadi latar belakang utama program ini. Selama ini, sebagian besar lansia cenderung bergantung pada obat kimia jangka panjang tanpa menyadari efek sampingnya.
“Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kami mempraktikkan terapi komplementer yang aman, terjangkau, dan mudah menerapkan bahan-bahan lokal. Lansia diajarkan langsung cara membuat kompres herbal hangat memanfaatkan bahan alami seperti meniran dan temulawak, serta panduan gerakan latihan sendi sederhana untuk menjaga kelenturan tubuh,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan peragaan pembuatan kantong kompres herbal berukuran 15×20 cm yang dihangatkan pada suhu optimal 40–45°C, serta latihan fisik ringan seperti fleksi-ekstensi lutut dan rotasi pergelangan tangan.
Sebagai bentuk inovasi dan jaminan keberlanjutan program, tim Unusa merilis dan menyerahkan buku modul edukasi bertajuk “Manajemen Nyeri Sendi dengan Kompres Herbal dan Latihan Sendi” kepada perwakilan warga dan kader setempat. Modul ini melengkapi media edukasi lain seperti leaflet, poster, dan video tutorial yang disusun menggunakan bahasa yang ringkas dan praktis.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat setempat. Selain meningkatkan kesadaran keluarga dalam mendampingi lansia, program ini disiapkan menjadi cikal bakal pembentukan Posyandu Lansia di wilayah RT 22 RW 02 Desa Sembayat.
Ke depan, tim pengmas Unusa akan terus melakukan pendampingan berkala dan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat serta memperkuat peran kader kesehatan agar manajemen nyeri mandiri ini dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. ril/lis