Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi saat memberikan sambutan di acara MoU dengan DDTC. Nampak Partner of Tax Research & Training Services DDTC, B.Bawono Kristiaji saat memberikan materi dalam Business Online Talks.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) terus meningkatkan kompetensi lulusannya. Kali ini dengan mengadakan terobosan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan menggandeng Danny Darussalam Tax Center (DDTC). Yaitu intitusi pajak terkemuka yang berbasis riset, teknologi dan ilmu pengetahuan.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, kerjasama ini diikat dengan Memorandum of Understanding (MoU). Pihak DDTC diwakili oleh Partner of Tax Research & Training Services, B.Bawono Kristiaji. Kesepakatan keduanya meliputi Executive Internship, Professional Recruitment, Program seminar dan pelatihan, TOT bagi pengajar dan pengembangan kurikulum perpajakan.

“Kerjasama ini guna menjembatani kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian yang tercover di bidang perpajakan. Kami yakini DDTC merupakan institusi pajak sebagai center dari berbagai unit kegiatan bisnis perpajakan yang berstandar tinggi,” urai Diana.

Dekan yang dikenal inovatif ini juga berharap, bahwa MoU tersebut meliputi berbagai kegiatan mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. MoU ini terjabar dalam kegiatan yang lebih inovatif, membahas current issue, termasuk mengembangkan kurikulum yang lebih tepat.

Sementara itu dari pihak DDTC B. Bawono Kristiaji, menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus berkolaborasi dengan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam bentuk penyusunan kurikulum, program magang, kuliah umum, Joint Research, serta berbagai program lainnya

“DDTC sudah menjalin MoU dengan 28 kampus. Kerja sama ini tentu menambah jaringan DDTC ke depan. Kami berharap MoU ini menjadi awal mula kerja sama yang lebih strategis,” ujar Bawono Kristiaji

Acara dilanjutkan dengan Business Online Talks dengan tema “Reformasi PPN, Ditinjau dari Aspek Keadilan”. Narasumbernya B. Bawono Kristiaji, S.E., M.SE., M.Sc., IBT., ADIT

Ia menjelaskan mengenai reformasi kebijakan, yaitu konsolidasi Fiscal, menuju disiplin Deficit anggaran 3%. Kemudian reformasi pajak yang selaras dengan teori dan atau internasional Best Practices. Tahap berikutnya, IMF Medium Term Reveneu Strategy Indonesia, dimana Reformasi administrasi akan memberikan tambahan tax ratio sebesar 1,5% dan reformasi kebijakan akan memberikan tambahan tax ratio sebesar 3,5%

MoU antara Prodi Akuntansi FEB Unisma dengan DDTC ini, sejalan dengan kebijakan Kemendikbud Ristek tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dimana fakultas ini telah menggandeng pihak industri dalam rangka mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam mewujudkkan kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan pengguna. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry