LAKA : AKBP Titik Suwarni saat memberikan arahan kepada anggota Polres Kediri dan Dishub Kabupaten Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Tingginya angka kecelakaan di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) menjadikan tim Direktur Lalu Lintas Polda Jatim turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Dipimpin AKBP Titik Suwarni membidangi Analisis Kebijaksaan Bidang Keselamatan, meminta pada kawasan blackspot di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah untuk dipasang sejumlah himbauan.

Mengantispasi maraknya angka kecelakaan, jajaran Dirlantas Polda Jatim melakukan kunjungan di sejumlah lokasi blackspot. Kasat Lantas Polres Kediri AKP Ris Andrian mendampingi bersama jajaran Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Kediri, diminta untuk memasang sejumlah himbauan di lokasi rawan kecelakaan.

“Tolong dipasang sejumlah himbauan termasuk data angka kecelakaan. Pohon yang menggangu berlalu lintas agar dipangkas,” kata AKBP Titik Suwarni. Menurutnya, langkah harus segera diambil untuk segera diagendakan rapat koordinasi mengundang sejumlah pihak terkait.

“Kehadiran kami untuk menilai sejauh mana therapi dilakukan pada daerah blackspot. Memang di sudah banyak kejadian, untuk itu perlu tindak lanjut dari Satlantas Polres Kediri untuk disampaikan pada forum. Hasil dari pertemuan tersebut kemudian disampaikan ke Polda,” terangnya.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Pertamanan (DLHKP) dan Dinas Perhubungan, diharapkan juga mendukung untuk mengantispasi kecelakaan di kawasan blackspot.

“Hasil rapat dari forum ini, kemudian dibawa ke Polda untuk dilakukan kesepakatan. Tingginya angka kecelakaan disebabkan faktor kecepatan. Juga minimnya pengetahuan pengguna jalan dalam berlalu lintas. Harus dilakukan berupa penindakan,” imbuhnya.

Bukan hanya di Kabupaten Kediri, di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Madiun hingga Pacitan juga mendapat perhatian khusus dari Polda Jatim. Termasuk maraknya kasus kecelakaan di jalan tol Kertosono – Surabaya, dimana korban terakhir adalah Anggi Rahayu (37), istri dari Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan ajudan Bripda Lutfi. (nng).

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.