Hari Cipto Wiyono SH

SURABAYA | duta.co – Presiden Prabowo Subianto memang harus lepas dari baying-bayang Joko Widodo. Ini karena presiden ketujuh Republik Indonesia itu, masanya sudah tamat. Meski anaknya menjadi Wakil Presiden (Wapres) tetapi, bukan berarti kemudi RI berada di tangannya.

“Pemberian Amesti kepada Hasto dan Abolisi kepada Tom Lembong adalah fakta politik, bahwa, Presiden Prabowo lebih menentingkan persatuan. Tidak ingin pemerintahannya dicap baying-bayang Joko Widodo,” tegas Ketua SCWI (Surabaya Corruption Watch Indonesia), Hari Cipto Wiyono SH kepada duta.co, Jumat (1/8/25).

Cipto teringat gaya Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan. Saat ia ingin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Nelson Mandela tidak ingin bangsa terkotak-kotak. Apalagi dalam kasus Tom Lembong dan Hasto dinilai publik sebagai bentuk balas dendam Jokowi.

Pengadilan Hasto dinilai public sarat dengan kepentingan politik. Ia adalah sekjen PDIP yang paling bersemangat menyerang Jokowi. Bahkan menyiapkan sejumlah dokumen dan video terkait dosa Jokowi. Pun Tom Lembong yang divonis 4,5 tahun penjara. Tom dinilai tak terbukti menerima uang dan tak ada mens rea (niat jahat). Tidak terima uang dan tak ada niat jahat, tapi divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara.

“Vonis ini melukai perasaan publik, mengguncang nalar dan menodai rasionalitas publik. Publik marah. Vonis ini semakin menguatkan dugaan adanya faktor non hukum yang ikut menentukan keputusan. Nah, Presiden Prabowo membaca situasi ini,” tambahnya.

Menurut Cipto, Prabowo dengan sabar dan tekun mengikuti proses persidangan Tom Lembong. Buktinya, begitu Tom Lembong divonis, tak lama kemudian Prabowo memberikan “abolisi”. Menghapus semua keputusan hakim terkait vonis terhadap Tom Lembong.  “Presiden Prabowo juga memberikan “amnesti” kepada Hasto Kristianto. Amnesti itu pengampunan. Ya, semacam pengampunan dosa. Supaya tidak terlihat vulgar, amnesti untuk Hasto dikeluarkan berbarengan dengan 1 116 terpidana,” urainya.

Masih menurut Cipto, inilah cara Presiden Prabowo lepas dari ‘jerat’ Joko Widodo. “InsyaAllah, Indonesia akan maju, rakyat tidak mudah terbelah. Apalagi kita tahu, dunia luar (Indonesia) begitu mudah terbelah. Saya melihat Presiden Prabowo tidak mau itu,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry