
SURABAYA | duta.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap rekomendasi yang dihasilkan dalam Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) mampu memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dari aspek keamanan pangan, ketahanan gizi, kesehatan saluran cerna, hingga tata kelola program.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan forum yang mempertemukan ahli gizi dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi ruang untuk menyusun rekomendasi berbasis ilmiah sebagai dukungan terhadap program prioritas nasional menuju Generasi Emas Indonesia.”Kami menunggu berbagai rekomendasi ilmiah mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan makanan bergizi,” ujar Adhy saat membuka TIN II Persagi di Surabaya, Jumat,(3/6/2026).
Menurutnya, Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi bagi anak sekolah, santri, ibu hamil, dan balita, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan.
Untuk menjaga mutu pelaksanaan program, Pemprov Jawa Timur telah membentuk Satuan Tugas MBG yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Timur. Satgas tersebut bertugas memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan, pengelolaan makanan, serta memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).”Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar sekaligus mampu memberdayakan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok pangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Persagi, Doddy Izwardy, mengapresiasi keberhasilan Jawa Timur menurunkan prevalensi stunting dari 17,7 persen menjadi 14,7 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu alasan Surabaya dipilih sebagai tuan rumah TIN II Persagi.
Forum ilmiah yang diikuti ahli gizi dari 31 provinsi ini mengangkat tema “Sinergi Keamanan Pangan, Ketahanan Gizi, dan Kesehatan Saluran Cerna serta Edukasi Gizi pada Program MBG Menuju Generasi Emas Indonesia.”
Doddy menilai keberhasilan Jawa Timur menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun gizi masyarakat.”Hasil pembahasan selama TIN II akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai upaya memperkuat kualitas Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan gizi nasional,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan Jawa Timur dalam menekan angka stunting dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung target penurunan stunting nasional serta mewujudkan Generasi Emas Indonesia. (gal)





































