JAWARA : Tim Unusa menjadi juara untuk katagori best presentation lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional di Unesa beberapa waktu lalu. DUTA/istimewa

SURABAYA l duta.co – Tim Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi tim terbaik katagori best presentation dalam ajang lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional (KTIMN) di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Tim Unusa menjadi satu-satunya dari kampus swasta, sedangkan jawara lainnya dari kampus negeri bergengsi di Indonesia.

Lomba ini diikuti 115 tim dari banyak kampus negeri maupun swasta di Indonesia karena nya ini sangat bergengsi karena bertaraf nasional.

Tim Unusa digawangi Rr. Fadila Kusumaning Ayu,  Silvi Puspita Sari dan Berliana Yunarti Setiawan.

Ketiganya merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester tiga. Mereka mengirimkan karya tulis dari aplikasi yang mereka buat yakni Hikanusa (Hikayat Nusantara).

Fadila, selaku ketua tim mengatakan, aplikasi ini dibuat sebagai sebuah langkah untuk merevitalisasi bahasa daerah.

Di zaman revolusi industri 4.0 ini dikhawatirkan bahasa daerah yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia akan punah karena anak-anak muda lebih menyukai bahasa asing.

“Karenanya kita buat aplikasi ini dibantu teman kami Devaldi  dari Prodi Sistem Informasi juga dari UKM Cyber Unusa,” ujar Fadila, Senin (18/11).

Di aplikasi yang sudah bisa diunduh di playstore ini, tim Unusa menyuguhkan cerita rakyat menggunakan bahasa daerah asli.

Ada empat cerita rakyat yang ada di aplikasi ini. Yakni cerita Solotigo dari Jawa Timur menggunakan Bahasa Jawa, cerita tentang asal usul Papua menggunakan Bahasa Papua, cerita Minangkabau Sumatra menggunakan bahasa setempat dan cerita Nyai Balu dari Kalimantan Tengah.

“Sementara baru empat, kami akan terus up date hingga semua daerah bisa masuk ke aplikasi itu. Kami sedang juga mencari  penerjemah bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia untuk bisa memenuhi semua cerita yang ada,” tukas Fadila.

Fadila mengaku senang bisa mendapat predikat best presentation. Karena untuk bisa masuk ke ajang ini tidaklah mudah.

Bahkan untuk bisa masuk 115 peserta juga melalui seleksi ketat. “Dari 115 itu dipilih 15 terbaik untuk maju ke grand final. Akhirnya kami menjadi salah satu juara,” ungkap Fadila. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry