JAKARTA | duta.co – Tim Sukses capres petahana Jokowi setuju dengan Menko Polhukam Wiranto menyebutkan kalau pembebasan Abu Bakar Baasyir masih perlu dikaji lagi dari aspek ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hukum, dan lain sebagainya. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan jika Abu Bakar Ba’asyir tidak menunjukkan kesetiaan terhadap Pancasila, maka pembebasan harus dikaji lagi.
“Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir ini juga harus mempertimbangkan aspek yang lainnya, seperti ideologi kebangsaan kita. Jika Ba’asyir tidak menunjukkan kesetiaannya kepada Pancasila dan UUD 45, kebijakan tersebut patut dikaji ulang,” kata Ace Hasan kepada awak media, Selasa (22/1/2019).
Kendati demikian, Ace Hasan menegaskan bahwa keputusan Jokowi untuk membebaskan Abu Bakar Ba’asyir merupakan murni berlandaskan kemanusiaan, dan tidak terkait dengan elektabilitas Pilpres 2019.
“Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir kami mengedepankan sisi kemanusiaan. Beliau kan sudah uzur, sepuh dan sakit-sakitan,” tegas Ace Hasan.
“Sekali lagi, ini tidak ada kaitannya dengan elektabilitas. Ini soal kemanusiaan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan duta.co, rencana membebaskan Abu Bakar Ba’asyir pada pekan ini ternyata masih simpang siur.  Apalagi setelah Pemerintahan Presiden Jokowi menyatakan masih akan mengkaji kebijakannya itu.  Karena itu, Jokowi pun dinilai tidak konsisten alias mencla-mencle.
Namun Pesantren Al Mukmi Ngruki tetap bersiap menyambut kebebasan pimpinan besar mereka Abu Bakar Ba’asyir.
“Semalam kami telah menggelar rapat persiapan penyambutan,” kata Wakil Direktur Bidang Sarana Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sholeh Ibrahim, Selasa 22 Januari 2019. Acara penyambutan akan digelar di dalam pesantren.
Menurut dia, Ngruki tidak mengeluarkan undangan untuk acara itu. “Tapi kemungkinan akan banyak tamu yang datang,” katanya. Selain para santri, diperkirakan masyarakat dan kerabat juga akan hadir.
“Saat ini kami sudah memasang tenda,” katanya. Rencananya, acara penyambutan akan dipusatkan di masjid yang ada di dalam pesantren.
Meski masih ada polemik seputar rencana pembebasan itu, Sholeh menegaskan bahwa persiapan tetap berlanjut. “Kami tetap berpegang pada informasi dari pihak keluarga,” katanya.
Menurut Sholej, keluarga Baasyir saat ini tengah berada di Lapas Gunung Sindur, Bogor untuk berkoordinasi tentang pembebasan itu. “Kami terus berkomunikasi,” katanya.
Berdasarkan infornasi yang diperolehnya, Ba’asyir akan tiba di pesantren pada Rabu besok. “Rencananya pukul 17.00 WIB,” katanya. Sejauh ini, pihaknya belum memperoleh informasi mengenai penundaan atau pembatalan dari pihak keluarga. (okz/tmp)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.