Tim Pengmas Unair saat mengedukasi kelompok tani Desa Tambakrigadung Lamongan beberapa waktu lalu. DUTA/ist

LAMONGAN | duta.co –  Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan merupakan salah satu desa potensial yang memiliki hasil tani yang melimpah.

Namun potensi tersebut tidak didukung oleh adanya pemberdayaan kepada anggota kelompok tani untuk dapat berinovasi dan beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan tani mereka.

Kegiatan bertani yang masih konvensional dan tidak terintegrasi dengan teknologi membuat hasil pertanian dari Desa Tambakrigadung tidak berkembang dengan baik.

Pengetahuan anggota kelompok tani dalam menghasilkan olahan produk yang bernilai tinggi pun masih terbatas. Keterbatasan tersebut diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 di mana ruang gerak para petani dan masyarakat terbatas.

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga yang terdiri dari Dr Tika Widiastuti, Puji Sucia Sukmaningrum dan Lina Nugraha Rani menggelar pelatihan dan pendampingan untuk Kelompok Tani Maju Mulyo di Desa Tambakrigadung Kecamatan Tikung Lamongan, beberapa waktu lalu.

Pelatihan dan pendampingan itu terutama untuk pengelokaan usaha tani dan keuangan secara digital.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kegiatan usaha mereka. Menurunnya harga hasil panen, terbatas dan langkanya pupuk menjadi beban tambahan dalam pengelolaan usaha dari hasil tani mereka.

Selama ini masyarakat Desa Tambakrigadung masih belum beradaptasi dengan teknologi, sehingga kegiatan harian mereka masih konvensional. Misalnya berdagang hasil tani yang belum terintegrasi dengan teknologi serta belum mencatat laporan keuaangan usaha mereka.

Ketua Tim Pengmas Fakultas Ekonomi Bisnis Unair, Tika Widiastuti pun menyusun sebuah pelatihan untuk meningkatkan kepekaan teknologi pada masyarakat. Pelatihan yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan materi pengelolaan keuangan keluarga, pengelolaan hasil usaha, pemasaran digital dan pencatatan keuangan digital diberikan kepada masyarakat Desa Tambakrigadung.

“Kami ingin masyarakat di sana itu lebih melek teknologi. Karena teknologi akan memudahkan mereka dalam menjalankan usaha dan mengelola keuangannya,” ujar Tika.

Pelatihan pada 23 Mei 2021, anggota tim pengmas, Puji Sucia Sukmaningrum memberikan penjelasan terkait penyusunan dan pencatatan laporan keuangan usaha serta adnya financial checkup untuk melihat kondisi keuangan para petani yang tergabung di kelompok tani.

Ini diharapkan para petani dapat menyusun laporan keuangan serta dapat mengelola keuangan mereka agar tidak selalu merugi.

Materi selanjutnya diberikan Lina Nugraha Rani. Lina menjelakan tentang pengelolaan keuangan keluarga, di mana dalam materi yang disampaikan para petani dituntun untuk memisahkan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha.

Pada 5 Juni 2021, Dompet Dhuafa Jawa Timur memberikan edukasi tentang pemberdayaan ekonomi keluarga. Dalam hal ini masyarakat diajari mengelola keuangan keluarga untuk mencapai tujuan yang efesien, efektif dan bermanfaat.

Selain itu, dosen FEB Unair yang lain, Dr Imron Mawardi menjadi narasumber berikutnya untuk memberikan pelatihan pengelolaan hasil tani. Disampaikan Imron usaha kecil sangat menjanjikan. Sehingga semua orang bisa memulai dari usaha kecil serta upaya kecil yang dapat memberikan dampak besar seperti peningkatan penghasilan atas usaha tersebut.

“Petani harusnya bisa mengelola lahan pertanian tanaman padi secara produktif dengan sistem Jarwo (jajar dowo),” tandasnya.

Pelatihan selanjutnya dengan narasumber owner dari njajanseklur, Rasyid. Rasyid menyarankan petani untuk mengunduh aplikasi di handphone yakni Catatan Keuangan Harian. Agar keuangan para petani bisa tercatat dengan baik dan rapi.

Setelah itu Rasyid memandu dalam praktik digital marketing melalui social media yaitu facebook. Alasan menggunakan facebook marketing karena facebook merupakan social media yang paling popular di telinga masyarakat Indonesia. Keuntungan menggunakan facebook marketing adalah biaya yang murah dan kemudahan yang diberikan.

“Kami berharap petani dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa yang terkena dampak pandemi. Selain itu masyarakat desa dapat berinovasi dan beradaptasi dengan penggunakan teknologi agar kegiatan sehari hari mereka baik dalam bertani ataupun pengelolaan usaha dapat efektif dan efisien,” tandas Tika. ril/hms/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry