Tim Pengmas Ubhara yang memberikan bantuan mesin pengering kunyit bagi Poktan Pasinan di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. DUTA/ist

GRESIK | duta.co – Tim pengabdian masyarakat Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya memberikan bantuan mesin bagi Kelompok Tani (Poktan) Pasinan di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Mesin yang diberikan berupa pengering kunyit agar hasil panen kunyit petani bisa dikeringkan dengan maksimal tanpa mengurangi kandungan khasiat di dalam kunyit itu sendiri.

Tim yang terdiri dari Anis Suryaningrum, ST., MT, Prof. Dr. Ir. Saidah, MT dan Rangsang Purnama, S.Kom., M.Kom dan mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat di desa itu karena ingin membantu para kelompok tani yang selama ini menggantungkan hidup pada budidaya kunyit.

Mesin pengering kunyit yang diberikan tim pengmas Ubhara Surabaya pada Poktan Pasinan di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. DUTA/ist

Dikatakan Anis, salah satu tim, selama ini kelompok tani di desa itu melakukan pengeringan kunyitnya. Mereka tidak menjual hasil panen secara langsung. Hal itu dikarenakan para petani menginginkan harga yang lebih tinggi.

“Namun pengeringan yang mereka lakukan itu kurang tepat, sehingga dikhawatirkan bisa mengurangi kandungan khasiat dari kunyit itu sendiri,” kata Anis.

Padahal kandungan kurkumin pada kunyit itu banyak khasiatnya bagi tubuh. Di mana kurkumin merupakan zat penting sebagai anti inflamasi dan anti oksidan, menjaga daya tahan tubuh, mendukung Kesehatan pencernaan, membantu pereda nyeri dan baik untuk Kesehatan kulit.

Selama ini, nampaknya para petani tidak mengetahui betapa pentingnya kandungan tersebut. Sehingga mereka melakukan pengeringan secara ala kadarnya. Hanya mengandallkan sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang lama yakni dua hingga tiga minggu. “Padahal pengeringan yang lama bisa mengurangi kandungan kurkumin. Selain itu pengeringan terbuka menyebabkan kunyit bercampur debu sehingga tidak bersih dan tidak higienis,” jelas Anis.

Untuk itu tim memberikan solusi dengan memberikan mesin pengering yang dilengkapi dengan alat kontrol suhu dan timer. Ini penting agar kadar pengeringan yang ditunjukkan dengan kadar kelembaban kunyit terjaga melalui tingkat kadar air di bawah 8 persen.

“Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemdiktiSaintek) yang menyelenggarakan program pendanaan untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi negeri dan swasta,” jelas Anis. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry