MAGETAN | duta.co -Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melaksanakan kegiatan di Desa Genilangit yang merupakan salah satu desa binaan UNESA sejak tahun 2025. PKM yang menginjak tahun kedua ini difokuskan pada potensi desa Genilangit sebagai desa wisata yang dapat dimaksimalkan melalui implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 5, kesertaraan gender dan SDG 8 yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan PKM dibuka secara resmi oleh ketua pelaksana PKM, Jauhar Wahyuni, M.I.Kom. Dalam sambutannya, Jauhar memberikan gambaran singkat terkait PKM yang dibagi ke dalam dua sesi. Di sesi pertama, para peserta melibatkan peserta perempuan di desa Genilangit yang berprofesi sebagai petani hingga pedagang. Sedangkan sesi berikutnya diisi oleh peserta dari unsur pemimpin lokal di lingkungan desa wisata Genilangit.

Ruth Eviana Hutabarat, S.E., M.E., dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UNESA, memberikan pendampingan terkait wirausaha digital kepada peserta perempuan di Desa Genilangit yang didominasi sebagai petani dan juga aktif menjadi pelaku UMKM untuk menambah penghasilan. Melalui materi yang disampaikan, Ruth menekankan pentingnya keterampilan ibu-ibu pelaku usaha dalam membuat foto produk dan menggunakan media sosial seperti Instagram dan Tiktok untuk mempromosikan produk mereka agar semakin laris.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Galih Wahyu Pradana, S.A.P., M.Si., dosen sekaligus ketua program studi Ilmu Administrasi Negara, Kampus 5 UNESA. Materi yang bertemakan Penguatan Kepemimpinan Lokal dihadiri oleh peserta dari berbagai unsur pemimpin, diantaranya ketua RT/RW, ketua karang taruna, badan pengurus desa, ketua kelompok tani, pengelola desa wisata hingga kepala desa Genilangit turut menjadi peserta aktif. Dalam diskusi yang disampaikan, Galih mencontohkan berbagai model kepemimpinan yang efektif, salah satunya yakni kepemimpinan partisipatif yang dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan maupun komunitas kecil namun dapat berdampak positif dalam membangun Genilangit sebagai desa wisata melalui pemahaman local governance.

Kepala Desa Genilangit, Pardi turut menuturkan bahwa pengembangan Desa Genilangit menjadi desa wisata tidak mudah seperti yang dicanangkan. Masyarakat dan pengelola obyek wisata kerap menghadapi tantangan karena arah pengembangan wisata yang belum terorganisir dengan baik. Di sisi lain, lokasi strategis Desa Genilangit yang terletak di kawasan perbukitan Gunung Lawu saat ini difokuskan pada wisata pendakian, namun masih memerlukan promosi yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan pendapatan usaha kuliner masyarakat desa Genilangit di sekitar lokasi wisata.

Adanya kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan perempuan yang selaras dengan poin SDG 5 dan pembentukan karakter pemimpin yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi wisata desa Genilangit yang berkaitan dengan poin SDG 8. Selama dua tahun terakhir, kerjasama yang terjalin antara UNESA dan masyarakat desa Genilangit memperoleh dukungan penuh dari kedua belah pihak, yakni pemerintah Desa Genilangit dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNESA. Ekp

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry