Pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen dari FEB Universitas Airlangga di Desa Ploso, Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. DUTA/ist

KEDIRI l duta.co  – Dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, para dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) menggelar acara pengabdian masyarakat.

Pandemi Covid-19 memang tidak menghalangi para dosen dan mahasiswa untuk melakukan sesuatu asalkan mematuhi ketentuan yang ada demi memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

 Pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa dari Departemen Ekonomi Syariah FEB Unair itu dilakukan di Desa Ploso, Kecamatan Mojo  Kabupaten Kediri , Minggu  (13/9/2020) lalu.

Pengmas ini beragam hal yang dilakukan terutama motivasi bisnis dan inovasi bisnis melalui digital (e-business). Dan tak lupa adalah penyuluhan protokol kesehatan  kepada masyarakat sekitar.

Karena memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat, selain menggunakan masker dan mencuci tangan, para peserta di acara ini juga sangat dibatasi yakni hanya 20 orang. Sehingga benar-benar tidak menimbulkan kerumunan.

Ketua pengmas Dr Sri Herianingrum dengan dua anggota ProfDr Anwar Maruf dan Prof Dr Sri Iswati ini melibatkan dua mahasiswa yaitu Izzadin  dari jenjang S2 dan Luthfi Akmal  dari S1. “Alhamdulillah, antusiaisme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Sri, Jumat (16/10/2020).

Sri mengatakan pandemi ini memang telah mengubah kehidupan masyarakat. Dan dengan masih belum berakhirnya masa itu, maka dia menekankan pada masyarakat tentang pentingnya  menjaga kesehatan. Dengan menjaga protokol kesehatan, maka masyarakat bisa tetap bisa produktif di masa sulit ini.

Prof Anwar Maruf dalam kesempatan itu juga merinci protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat saat ini. “Wajib hukumnya menerapkan protokol kesehatan agar mata rantai penyebaran Covid-19 ini bisa terputus,” tandasnya.

Materi inti pada acara itu disampaikan Prof Dr Sri Iswati. Di masa pandemi ini diakui Sri Iswati banyak masyarakat yang mengalami masalah ekonomi. Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sangat banyak. Sehingga masyarakat harus banting stir dengan berbisnis.

Tim sedang mengedukasi warga desa. DUTA/ist

Karena itu, motivasi untuk berbisnis harus terus ditumbuhkan sehingga bisa memiliki kreativitas untuk melakukan bisnis dengan baik. Dalam hal ini, para dosen dan mahasiswa ini memberikan pelatihan e-business. Yakni menjalankan bisnis melalui handphone atau gadget.

“Semua orang punya handphone, sehingga perlu dimanfaatkan agar bisa menambah penghasilan,” tukasnya.

Dalam hal ini, pelatihannya memanfaatkan media sosial terutama facebook dan instagram untuk mempromosikan makanan, minuman, barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat desa.

Masyarakat desa sangat berkomitmen dan bersungguh-sungguh mempraktekkan ilmu yang didapat dalam pelatihan itu.

Apabila mereka dapat mengimplementasikannya, tim pengmas departemen ekonomi syariah, FEB Unair tersebut akan menindaklanjuti yaitu memberikan pelatihan bisnis dan optimalisasi fasilitas kesehatan.

Sebelum acara pengmas ditutup, Sri Herianingrum dan tim melakukan pengecekan kepada para peserta, sejauh mana pemahaman mereka terhadap protokol kesehatan dan inovasi e-bisnis. Hasilnya, ternyata semua peserta senang dengan program ini, mereka langsung mempraktikkan. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry