Pembinaan atlet usia dini pada Cabor BMX.

MALANG | duta.co – Tim dosen Ilmu Keolahragaan (IKOR) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini dengan merangkul Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) kota Malang berbagi informasi dalam rangka peningkatan prestasi.

Menurut Ketua tim dosen FIK UM yang mengimplementasikan program pengabdian masyarakat lewat penelitian ini, Dr Slamet Raharjo SPd MOr. Bahwa ini merupakan program kerjasama bidang keilmuan dari lembaga perguruan tinggi khususnya jurusan Prodi Ilmu Keolahragaan, yang ujungnya untuk saling menunjang satu sama lain, dalam rangka peningkatan prestasi. Pihaknya berupaya berbagi informasi teori dan praktek dalam keolahragaan.

“Ini merupakan program pembinaan prestasi, Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang. Dengan penekakan program latihan yang dilakukan harus memenuhi konsep Sport Science,” ungkap Slamet Raharjo, Kamis (12/11).

Penelitian ini sendiri telah dilakukan mulai akhir Agustus hingga November lalu, bersama dr Rias Gesang Kinanti MKes, Dr Mahmud Yunus MKes dan Ahmad Abdullah MKes. Termasuk juga dibantu dua mahasiswa FIK UM. Dengan metode deskriptif kuantitatif, dengan total responden yang digunakan sebanyak 15 orang, 13 orang atlet, 1 orang pelatih, 1 orang pengurus.

Lebih lanjut, Ketua Jurusan IKOR FIK UM ini juga menguraikan, bahwa latihan dan olahraga tidak hanya berguna untuk meningkatkan derajat kesehatan serta prestasi seorang atlet saja. Alasannya, jika latihan yang dilakukan tidak memenuhi kaidah prinsip-prinsip latihan, maka latihan dan olahraga dapat menjadi sebuah kondisi stress.

Ketua tim dosen pengabdian masyarakat dan penelitian, Dr Slamet Raharjo SPd MOr (paling kanan) beserta pelatih ISSI Kota Malang.

Selain itu program latihan yang tidak sesuai dengan dosis latihan dan kondisi tubuh atlet seperti pada latihan intensitas tinggi akan berdampak terhadap peningkatan kadar dari beberapa mediator proinflamasi di dalam serum darah, seperti peningkatan kadar sitokin proinflamasi Interleukin.

Maka menurut Slamet Raharjo, seorang pelatih harus mengetahui dan memahami tentang konsep keilmuan dari sport science dalam membuat program latihan bagi atletnya. Dosis latihan yang benar terdiri dari empat komponen yaitu Frequency, Intensity, Time dan Type (FITT) yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan aktifitas fisik.

Selain program latihan yang tepat dalam menunjang prestasi atlet juga dibutuhkan program pembinaan yang tepat dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembinaan prestasi atlet ISSI Kota Malang. Karakteristik atlet yang menjadi responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata berusia 12-15 tahun dan sudah menjadi atlet rata-rata kurang lebih 5-6 tahun yang dapat diartikan sebagai atlet usia dini.

Hal ini dikarenakan usia yang tepat untuk pengenalan latihan khusus pada cabang olahraga sepeda menurut long-term athlete development (LTAD) yaitu usia 12-15 tahun.

“LTAD adalah sebuah program penentuan penerapan latihan dengan tujuan mempersiapkan atlet suapaya mencapai kesuksesan secara tepat serta menjaga kesehatan tubuhnya hingga seumur hidup,” urainya.

Slamet Raharjo berharap, semoga program kerjasama dan pengabdian dari IKOR FIK UM ini bisa bermanfaat bagi semua insan olahraga. Baik olahraga prestasi, olahraga kesehatan dan olahraga rekreasi, serta semua lapisan masyarakat umumnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry