MALANG | duta.co – Dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman aksi terorisme serta paham radikal, Pusat Teritorial Angkatan Darat atau yang lebih dikenal dengan Pusterad mengadakan analisa kegiatan Deradikalisasi di Korem 083/Bdj, Selasa (27/7).

Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, dalam sambutan yang dibacakan Kasiter 083/Bdj, Mayor Inf Anton, mengatakan, radikalisme merupakan persoalan serius dan menjadi ancaman yang potensial bagi kondusifitas serta stabilitas keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Maka dari itu, lanjutnya, melalui kegiatan analisa deradikalisasi ini, diharapkan dapat berguna dalam rangka memutus mata rantai sel-sel jaringan radikalisme yang dapat membahayakan keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia.

Dalam sejarah perpolitikan di Indonesia, eksistensi kelompok radikalisme kiri dan radikal kanan juga masih merupakan ancaman tersendiri.

“Berkembangnya beragam bentuk ancaman ditataran global, telah mendorong kita untuk mampu merealisasikan tugas-tugas kita semua sebagai warga negara sesuai kondisi ancaman,” ujarnya.

“Hal ini penting, karena, situasi global juga berdampak pada tataran regional dan nasional sehingga mengharuskan kita untuk senantiasa cepat memahami serta mengambil langkah yang cepat dan tepat guna mengantisipasi berbagai ancaman baik itu dari dalam maupun dari luar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim dari Pusterad, Letkol Inf Agus Tantra, mengatakan, Satkowil berperan aktif dalam mengatasi segala bentuk ancaman aksi serta radikal yaitu dengan melaksanakan kegiatan Deradikalisasi yang terdiri dari pendataan dan pembinaan terhadap, mantan napi aksi teroris serta kelompoknya termasuk dengan keluarganya.

“Korem 083/Bdj telah berupaya menyelenggarakan kegiatan Deradikalisasi atau cegah tangkal Radikalisme di wilayah Korem 083/Bdj, Harapan kami kegiatan ini dapat mewujudkan upaya pemberdayaan wilayah pertahanan aspek Darat dalam mendukung tugas pokok TNI AD,” katanya. (Penrem 083/Bdj).

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry