SURABAYA | duta.co – Yayasan Kajian Ekologi dan konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) terus berjuang membebaskan Jawa Timur (Jatim) dari darurat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Ingat, pembiaran timbunan limbah B3 ini akan berdampak pada potensi pencemaran air tanah dan kesehatan masyarakat,” ungkap Direktur Ecoton, Prigi Arisanti, Minggu (20/1/2019).

Dan hal itu menurut Prigi, menjadi warisan dari Gubernur Jatim Soekarwo. “Menurut Ecoton, ada tiga warisan Pakde Karwo di Jatim ini, di antaranya timbunan limbah B3,” ujarnya.

Prigi lantas memaparkan, timbunan limbah B3 di Jatim sudah meluas, mulai dari pangkalan AURI di Raci, Pasuruan, lalu   diklat AURI Kenjeran, Bumi Marinir Karangpilang, Satrad 22 Ploso, Jombang, Guspusjat Sidoarjo, Lakardowo,  Sumobito,  hingga Kesamben di Jombang.

Dan kesemua itu lanjut Prigi, karena lemahnya  koordinasi. Inilah yang menjadi warisan kedua Pakde Karwo. Padahal jika ini terus dibiarkan keberadaan limbah B3 akan menyebabkan pelanggaran lingkungan industri di DAS Brantas.

“Dampaknya ya tingginya intensitas ikan mati massal di Brantas. Hal inilah yang sudah dalam proses gugatan PN Surabaya beberapa waktu lalu,” pamernya.

Dan warisan ketiga Pakde Karwo terkait limbah B3 adalah pada lemahnya pengawasan lingkungan dan pengelolaan aset negara yang dijadikan zona-zona pembuangaan sampah plastik import dari USA,  Eropa, Australia, Inggris.

“Ecoton meyakini, jika ketiga warisan itu mampu teratasi, dampak buruk limbah B3 mampu diminimalisasi di Jatim. Dan semoga Jatim bisa bebas limbah B3,” tandasnya. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry