SURABAYA | duta.co – Selama tiga tahun memimpin Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memiliki gaya yang excellent. Hal ini dilihat dari konteks dinamika sosial, tidak ada konflik sosial yang besar. Demonstrasi relatif muncul karena isu dari Jakarta, bukan kebijakannya.

Hal ini diungkapkan Dr. Suko Widodo, pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Surabaya, saat menjadi pembicara pada diskusi bertemna ‘Harmonisasi Pemerintah dan Media – Optimis Jatim Bangkit’ yang diselenggarakan Wartawan Pokja Pemrpov Jatim, Minggu (13/2/2022).

Lanjutnya, cara Dia hadir di tengah masyarakat, Komunikasinya yang tegas dan argumentatif menjadikan Khofifah sebagai sosok pemimpin yang dibutuhkan. ” Komunikasinya tidak mleyak-mleyok, memiliki karakter pemimpin jalan tengah,” tegas pria pengajar di Unair ini.

Menurut Suko, Kofifah cukup aspiratif saat menjadi pemimpin. Filsafatnya Mikul duwur mendem jeru, selalu mendengar, sekecil apapun suara mendengar dan merefleksikannya.

“Dia aspiratif, bergaya harmoni dengan manajemen yang dengan baik dengan cara adil. Seperti cara Islam, tidak mempermalukan orang, tidak menghina orang. Itu stylenya, jada yang diterima publik seperti itu,” tegas Suko.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Diskusi sekaligus Ketua Pokja Wartawan Pemprov Jatim, Fiqih Arfani mengatakan, Berbagai catatan keberhasilan dan dinamika yang menyertai perjalanan kepemimpinan Khofifah-Emil tak lepas dari sorot perhatian media.

Ikhtiar mewujudkan Nawa Bhakti Satya oleh Pemprov Jawa Timur, terekam dan tersebar ke publik melalui berbagai produk liputan jurnalistik. “Kegiatan jurnalistik di lingkungan pemerintahan ini secara tidak langsung telah menciptakan relasi antara insan media bersama stake holder Pemprov Jatim,” imbuh Fiqih.

Jurnalis dari LKBN Antara ini menambahkan, keberadaan pers diharapkan mampu memberi sumbangsih pada Pemprov Jatim dalam hal kebangkitan ekonomi. Khususnya ditengah badai pandemi COVID-19 yang masib berlangsung hingga sekarang.

“Kami harap, dari diskusi yang kami gelar, terwujud harmonisasi di antara jurnalis dengan pemerintah dengan semangat ‘Strong Partnership’ demi tercapainya ‘Optimis Jatim Bangkit’ tahun 2022,” pungkas Fiqih. Zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry