PENGHUBUNG : Pembangunan Jembatan Brawijaya menuai kritik dari sejumlah fraksi di DPRD Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Kabar terkait pemeriksaan kemudian rencana akan dilanjutkan Pembangunan Jembatan Brawijaya pada tahun ini, tiba – tiba tersiar sejak Kamis pagi. Kabag Humas Protokol Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana saat dikonfirmasi Kamis sore (11/10) menjelaskan, bahwa itu sebatas peninjauan lokasi sebelum digelar rapat dengan pihak terkait.

Mengacu keluarnya surat Putusan Kasasi MA Nomor 48 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 Tanggal 27 Desember 2016. Dijelaskan bahwa PT. Fajar Parahiyangan, sebagai pemenang lelang sebelumnya, dapat segera melanjutkan pekerjaan. Hanya saja yang menjadi kendala, harga satuan yang diberlakukan tidak pada Tahun 2017.

Usai melakukan konsultasi dengan Kementerian Sekretaris Negara, akhirnya pemerintah kota membentuk Tim Kota Kediri Penyelesaian Pembangunan Jembatan Brawijaya.

“Hari ini melakukan peninjauan dan kemudian dilanjutkan digelar rapat di Balai Kota. Ini baru selesai dan yang jelas, nanti akan kami segera kami sampaikan hasilnya,” jelas Apip Permana.

Terkait tiga tahun lebih mangkraknya pembangunan jembatan, sempat menjadi pembahasan di kalangan fraksi saat digelar Sidang Paripurna Pembahasan Raperda. Hampir semua fraksi menanyakan komitmen pemerintah kota atas kelanjutan pembangunan yang telah dianggarkan melalui APBD.

“Kenapa harus membangun Pasar Setono Betek atau membangun Taman Brantas, padahal Jembatan Brawijaya belum selesai pembangunannya. Jika kemudian taman selesai dan diresmikan, apakah nanti tidak rusak saat jembatan dilanjutkan pembangunan,” jelas Ketua Fraksi PKB, KH. Muzer Zaidib saat ditemui di Gedung DPRD saat itu.

Keberadaan Jembatan Brawijaya ini sangat vital, menginggat sebagai akses penghubung kota dan wilayah barat. Selain itu, keberadaan Jembatan Lama yang merupakan masuk kawasan Cagar Budaya sudah tidak layak lagi dan kerap mengalami musibah kebakaran dan perawatan rutin. (nng)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan