MALANG | duta.co – Dari hasil pemantauan pasca PPKM Level 4 yang dimulai tanggal 9 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2021, masih ditemukan beberapa daerah yang mendapatkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfirmasi, salah satunya adalah di wilayah Malang Raya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus terkonfirmasi, maka masyarakat yang terpapar Covid-19 harus melakukan isolasi terpusat, ketimbang isolasi mandiri.

Isoter ini dilakukan untuk menekan tingkat kematian akibat Covid-19. Hal ini disampaikan ketika Menko Kemaritiman dan investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meninjau pelaksanaan PPKM Level 4 di Wilayah Malang Raya, Senin, (16/8/21).

Menindaklanjuti hal tersebut, Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, langsung memerintahkan satuan jajarannya yang berada di Malang Raya untuk segera melakukan langkah-langkah aktif guna memindahkan pasien yang melaksanakan Isoman untuk segera pindah ke Isoter sesuai target yang diminta Menko Marves.

“Dengan Pemindahan pasien yang Isoman ke Isoter, diharapkan akan mengurangi resiko penularan dan penyebaran Covid-19 di lingkungan dan juga untuk mengurangsi resiko kematian,” demikian disampaikan Kapenrem 083/Bdj, Mayor Inf Prasetya HK dalam release tertulisnya.

Peran TNI-Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), Toga dan Tomas, serta seluruh komponen masyarakat Malang Raya dalam pemindahan pasien Isoman ke Isoter sangat diperlukan, khususnya pada tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Diharapkan, dengan sosialisasi, masyarakat akan memahami pentingnya Isoter bagi warga yang ter-confirm positif Covid-19. Disisi lain, pihaknya akan terus mendorong pelaksanaan 3T yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan), yang dilakukan secara bersinergi antara Babinsa, Babinkamtibmas dan tenaga kesehatan, imbuh Kol Irwan.

“Isoter itu sangat kita perlukan untuk memutus penyebaran covid 19 sekaligus mempercepat penyembuhan pasien,” imbuhnya.

Fasilitas isolasi terpusat sendiri sudah dilengkapi dengan dokter, perawat, oksigen, obat-obatan, dan konsumsi pasien yang disediakan secara gratis. Di tempat isoter, kondisi pasien akan dimonitor kesehatannya 24 jam oleh tenaga kesehatan.

“Dan yang penting, dengan kita melaksanakan Isoter, orang tua kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita akan terhindar dari penularan Covid-19,” jelas Kapenrem.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut, karena semuanya dilakukan demi kebaikan dan kesehatan bersama.

Perlu diketahui, untuk wilayah se-Malang Raya sendiri, Pemerintah Daerah sudah menyiapkan 49 tempat Isoter.

“Mulai dari kemarin dan seterusnya, kita sudah mengadakan sosialisasi serta terus akan mengambil langkah. Dan hari ini, Kodim 0818/Kab. Malang-Batu dan Kodim 0833/Kota Malang sudah berbuat  dengan memindahkan beberapa pasien isoman ke isoter,” lanjutnya.

Danrem menargetkan, 54 personel perhari untuk Kab. Malang dan 45 orang untuk Kota Malang. Sehingga, dalam 2 minggu kedepan, tidak ada lagi masyarakat yang terkonfirmasi melaksanakan Isoman, semuanya harus Isoter.

“Kami mohon kerjasama dari seluruh komponen masyarakat Malang Raya karena hal ini kita lakukan semata mata untuk menekan penyebaran Pandemi Covid-19 agar tidak semakin meluas,” kata Kolonel Inf Irwan Subekti.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry