GELAR UNGKAP: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqba saat melakukan gelar ungkap penangkapan tindak pidana curanmor di Jembatan Suramadu, kemrain.|Duta/Tunggal Teja Asmara

Satu Tewas Terjebak di Jembatan Suramadu 

GELAR UNGKAP: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqba saat melakukan gelar ungkap penangkapan tindak pidana curanmor di Jembatan Suramadu, kemrain.|Duta/Tunggal Teja Asmara

SURABAYA – Upaya penyekatan Jembatan Suramadu dari arah Surabaya-Madura, kembali dilakukan Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (22/12). Penyekatan inipun terbukti efektif, tiga pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) R2 berhasil diringkus. Satu diantaranya ditembak mati. Dua diantaranya diringkus hidup-hidup dengan tembakan di kakinya.

Penyekatan itu dilakukan sekitar pukul 03.00 Wib. Penyekatan itu dilakukan oleh Unit Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya, setelah mendapat informasi banyaknya curanmor di Surabaya. Dan benar, sekitar pukul 03.30 Wib, penyekatan yang dilakukan membuahkan hasil. Sebuah motor vario L 4339 EG melintas mencurigakan.

Karena posisi Suramadu lengang saat itu, motor tersebut melaju kencang. Anggota kemudian menghentikan laju motor itu. Nah, saat dihentikan, motor yang dikemudikan oleh seorang pria ini mencoba berputar balik. Namun, anggota langsung mengepungnya. Namun, pengendara motor ini mencoba menerobos kepungan.

Dua anggota Unit Resmob, yaitu Bripka Hendro dan Bripka Rianto pun ditabrak oleh pengendara ini. Saat itulah, anggota yang lain mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Bukannya menyerah. Pengendara ini malah mencabut celurit yang dibawanya dan menyerang sejumlah polisi.

“Saat itulah, anggota kami langsung memberikan tindakan tegas terukur (tembak mati) kepada pelaku. Dan inilah yang saya sebut kemarin. Bahwa dalam keadaan urgent. Jika saat menangkap penjahat, anggota terancam nyawanya, silahkan ditindak tegas. Mati juga nggakpapa. Bukan atas perintah,” kata Kapolrestaes Surabaya, Kombespol M Iqbal.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini tidak menampik, jika 3C masih menjadi fokus pihaknya untuk menekannya. “Dengan adanya tindakan tegas terukur ini, kami berharap para pelaku berfikir ulang untuk melakukan aksinya di Surabaya. Tapi, masyarakat pun harus tetap waspada dan tidak teledor,” imbaunya.

Sementara itu, setelah ditembak tepat di ulu hati dan pinggang kiri. Pengendara motor tadi langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Setelah dicek identitasnya pengendara tersebut bernama M Hoirul Abdul Aziz (33), asal Tunjung, Burneh, Bangkalan, Madura. Sedangkan motor Vario L 4339 EG yang dibawanya, ternyata milik Nurhayati (45), warga Bronggalan Sawah VF, Tambaksari Surabaya.

“Setelah kita telusuri, Hoirul Aziz ini merupakan jaringan Sadeng, kapten kelompok pencuri spesialis L300 yang sudah kita tembak mati sebelumnya. Nah, setelah tewasnya Sadeng, Hoirul Aziz beralih mencuri motor. Peran Hoirul Aziz sendiri, sebagai pemetik,” beber Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga.

Saat ditanya sejak kapan Hoirul Aziz direkrut oleh Sadeng. Shinto mengatakan, bakal melalukan pengembangan terkait itu. “Jadi, Hoirul Aziz ini bukanlah Abdul Aziz yang kabur pada saat penggerebekan kami di Madura beberapa waktu lalu usai Sadeng kami tembak mati. Namun dugaan kami, Hoirul Aziz adalah anggota lama kelompok Sadeng,” sambungnya.

Setelah menembak mati Hoirul Aziz, Unit Resmob akhirnya mengamankan motor curian yang dibawanya. Selain itu, turut diamankan sebilah celurit, 9 jimat, sebuah kunci model Y, dua kunci T, sebuah kunci L dan satu unit kunci palsu.

Di waktu penyekatan tersebut Unit Resmob juga mengamankan dua pelaku curanmor beda kelompok. Pertama adalah Edi Sunaryo (42), warga Labeng, Bangkalan Madura. Dia diringkus saat hendak melarikan motor Scoopy N 6495 WC ke pulau Madura. Motor ini dicuri oleh Edi di daerah Wiyung. Karena melawan petugas, Edi akhirnya ditembak pada bagian kakinya. Selain Edi, Unit Resmob juga mengamankan Sugianto (32), warga Jalan Tambakasri Gang 17, Surabaya. Dia juga ditembak kakinya setelah melawan petugas saat dihentikan. Dia membawa motor Vario S 6397 H yang dicurinya dari daerah Bibis Tama, Tandes, Surabaya. Motor ini hendak dibawa ke seorang penadah di Madura. tom/gal

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan