KAMPANYE: Tiga Paslon deklarasikan kampanye damai dalam pilkada Kota Malang yang digelar KPU kota Malang (duta.co/aris)

MALANG | duta.co – Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota menghadiri deklarasi kampanye damai yang digelar komisi pemilihan umum ( KPU) kota Malang, Minggu (18/2). Tiga Paslon ini antara lain Ya’gud Ananda Gudban- Wanedi, H.M Anton- Syamsul Mahmud serta Sutiaji- Sofyan Edy Sarwoko.
Selain tiga Paslon hadir juga ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim, Kapolres malang Kota AKBP.Asfuri dan Forpimda kota Malang disamping Panwaslu. Dalam deklarasi yang digelar di lokasi yang menjadi acara car free day ini, KPU mengingatkan tiga paslon untuk berkomitmen dalam menciptakan pilkada Kota Malang aman,serta kondusif.
“Ada 171 kabupaten dan kota serta provinsi serentak melaksanakan deklarasi kampanye damai dalam rangka kampanye anti suap, anti sara dan anti politik uang,” kata Zainudin, Komisioner KPU Kota Malang.
Dengan disepakatinya deklarasi ini  jelas Zainudin para Paslon dapat memberikan pembelajaran pada masyarakat dan massa pendukungnya untuk tidak lakukan berbagai.upaya yang nantinya akan merugikan Paslon itu sendiri.
“ Yang pasti Paslon dapat berperan secara aktif dalam menolak adanya cara-cara berpolitik yang tidak benar, “ jelas Zainudin.
Sementara itu, Ketua Panwaslu kota Malang, Alim mustofa menyatakan Paslon untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan pasangan calon sendiri.
“Ikuti aturan yang sudah disepakati bersama,momen kampanye merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang sudah seharusnya dimanfaatkan oleh para paslon. Namun dia menegaskan, agar masing-masing calon tidak melanggar aturan yang telah dibuat sebelumnya.” ungkapnya .
Menurut Alim, Pilkada merupakan sebuah momen untuk semua partai politik berkonsolidasi, baik secara internal ataupun dengan partai lain. Sehingga, masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk meraih sebuah kemenangan.
Lebih lanjut dia menekankan, jika selama proses kampanye, setiap parpol juga memiliki kesempatan untuk bersaing memperoleh kemenangan dengan merebut hati masyarakat. Momen tersebut pun sudah seharusnya dimanfaatkan dengan baik agar publik tergerak melangkahkan kakinya melakukan pemilihan.
“Selama kampanye, semua paslon memiliki kesempatan yang sama untuk merayu dan menggaet hati masyarakat. Ini adalah kesempatan untuk menarik simpati publik dengan menampilkan yang terbaik,” jelasnya.
Dia juga meminta, agar setiap paslon tidak hanya sekedar unjuk gigi selama proses kampanye berlangsung. Namun setiap paslon juga diharapkan mampu mendekati warga dan memberi pembelajaran khusus terkait pendidikan politik.
“Mengajak masyarakat untuk tidak anti politik dan mengajak mereka menggunakan hak pilih itu jauh lebih penting,” pungkasnya.
Setelah pembacaan deklarasi dan tanda  tangan kesepakatan damai tiga Paslon saling membubuhkan cap tangan yang kemudian.dilanjutkan dengan mengarak tiga Paslon dengan melibatkan puluhan becak mulai dari depan museum hingga jalan simpang balapan. Guna mencegah adanya benturan antar massa pendukung sekitar 300 personel gabungan TNI dan Polri serta satuan pengaman lainnya diterjunkan .
Dan pada acara tersebut dimeriahkan oleh beberapa komunitas seperti komunitas drumer,jazz,music Kota Malang. (ais)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry