MEDIASI : Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal, Dandim 0809 Letkol Kav. Dwi Agung didampingi sejumlah pihak terkait menggelar pertemuan dengan perwakilan penambang (nanang priyo)

KEDIRI | duta.co – Sikap tanggap dan tegas ditunjukkan Sub Denpom V/2-2 Kediri. Tiga oknum anggota TNI AL 0bertugas di Batalyon Zeni 1 Marinir Karangpilang Surabaya, Lettu Mar. Suwandi, Serda Saerudin dan Pratu Arga Dian, langsung menjalani pemeriksaan di Sub Denpom V/2-2 Kediri.

Hal ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, atas peralatan milik TNI AL, yang rencananya akan dipergunakan melakukan penggalian di Aliran Lahar Pulo, berada di lahan milik PTPN XII Ngrangkah Sepawon. Tindakan tegas, diharapkan atas tindakan dilakukan oknum Marinir ini.

Ditemui usai mediasi bertempat di Masjid Al Furqon Pemkab Kediri dihadiri, Dandim 0809 Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, Dansub Den Pom V/2-2, Kapt. CPM. A. Mustofa, Kasat Pol PP, Agoeng Djoko Retmono, pihak TNI AL dan perwakilan penambang pasir manual, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisol Saiful Fathon menjelaskan, jika permasalahan aksi telah selesai.

“Jadi kita telah melakukan mediasi dari perwakilan warga dan pihak TNI. Tujuannya untuk menjaga kondusifitas, kita akan tindak tegas bila ada peralatan yang datang dan selalu kita akan awasi. Secara prinsip masalah sudah selesai,” jelas Kapolres Kediri, usai pertemuan.

Meski demikian, Tubagus FJ, salah satu perwakilan penambang menyatakan agar dilakukan tindakan tegas atas kejadian ini. Awalnya, bersama ratusan penambang yang mengendarai sedikitnya 45 truk dan puluhan sepeda motor, berencana menginap di halaman Pemkab Kediri.

“Karena kejadian ini tidak sekali ini saja, dulu juga membawa tentara berseragam saat ngawal beckho. Kemudian kami balas dengan aksi ratusan truk berisi pasir. Kemudian bulan lalu juga ngawal beckho, dan bisa kami usir. Kenapa TNI justru tidak berpihak pada kami?,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, satu buah truk tronton Nissan Diesel V8-340 bernomor lambung 920505 memuat satu unit beckho, diketahui merupakan inventaris milik TNI AL dikawal sejumlah oknum TNI berseragam. Sejumlah penambang mengaku ditantang bila berani menghalang-halangi.

“Kami tadi diancam jika berani menghalang-halangi, namun setelah tahu massa terus berdatangan akhirnya dua mobil kijang dan satu dum truk malah kabur. Tinggal tronton yang memuat beckho kemudian kita kawal hingga masuk ke halaman Pemkab Kediri,” jelas Budiono, dibenarkan Slamet, merupakan penambang pasir. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.