dr Eighty Mardian Kurniawati, SpOG (K), menunjukkan kondisi MRKH Syndrome. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Menstruasi adalah proses alamiah yang dialami perempuan dewasa. Menstruasi akan dialami pertama kali oleh kaum Hawa pada usia-usia tertentu. Biasanya sekitar usia 12 tahunan.

Karenanya waspadalah ketika menstruasi tidak jua datang ketika usia 14 tahun. “Segera periksa ke dokter,” kata dr Eighty Mardian Kurniawati, SpOG (K)saat menjadi pembicara dalam seminar dalam rangka PIT POGI 2019 beberapa waktu lalu.

Dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan spesialis uroginekologi FK Unair/RSU dr Soetomo ini mengatakan proses menstruasi itu memang harus dilewati setiap perempuan. “Sebagai tanda bahwa kita lengkap sebagai seorang perempuan,” tukasnya.

 Dengan menstruasi, maka perempuan memiliki rahim, saluran serviks dan vagina yang berfungsi dengan baik. “Istilahnya lengkap semuanya kita miliki,” tandasnya.

Karena rahim selain berfungsi sebagai tempat janin, juga memiliki fungsi sebagai penghasil darah menstruasi. Darah itu dikeluarkan melalui lubang vagina yang sebelumnya melalui leher rahim atau serviks.

“Kalau tidak menstruasi berarti ada masalah dengan semuanya itu. Bisa jadi tidak memiliki rahim, bisa jadi tidak memiliki serviks, atau tidak memiliki vagina. Atau tidak memiliki ketiganya,” jelas mantan wartawan ini.

Kondisi semacam itu dalam dunia medis disebut MRKH Syndrome. Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser Syndrome ini memang kelainan bawaan yang dibawa sejak lahir.

Biasanya itu terjadi saat ibu mengandung. Saat trimester pertama, mengalami apa yang dinamakan embrio genesis. Di mana proses pembentukan organ tidak berjalan sempurna. “Makanya organ  kewanitaannya pun tidak terbentuk sempurna,” tukasnya.

“Tapi biasanya masyarakat kurang peduli. Tidak menstruasi dianggap biasa. Dianggap memang belum waktunya, padahal ada masalah dibalik itu” katanya.

Kasus MRKH Syndrome ini kata dr Eighty cukup langka. Terjadi satu di antara 4.500 hingga 5 ribu kelahiran. “Di luar negeri ada perkumpulannya.

Di sini masih belum. Di Soetomo sjaa hingga kini sudah ada tujuh kasus. Bisa jadi jumlahnya banyak yang kita tidak tahu karena mereka tidak mau ke dokter dengan berbagai alasan, ” ujarnya.

Dari kasus- kasus yang ditangani biasanya pasien akan datang memeriksakan diri ketika ada sebuah masalah. Biasanya memang tidak menstruasi ketika usia sudah di atas 16 tahun. Atau saat menikah.

“Kalau saat menikah timbul problem kok tidak bisa melakukan hubungan suami istri. Akhirnya ke dokter dan ternyata MRKH Syndrome. Atau masih memiliki rahim tapi lubang vaginanya buntu,” jelasnya.

Ketika itu kasus MRKH Syndrome,  kata dr Eighty, walaupun pasien datang ke dokter di usia 16 tahun, tapi dokter akan menyarankan operasi saat akan mendekati pernikahan.

Karena setelah operasi pembuatan lubang vagina itu, maka harus terus dipakai sesering mungkin agar tidak kembali menutup.  “Kalau di usia 16 tahun, pastinya lubang akan menutup lagi karena tidak dipakai,” ungkapnya.

Tapi tindakan operasi itu, kata dr Eighty dilakukan atas kemauan pasien sendiri. Ada pasien yang walau sudah menikah tidak ingin melakukan operasi karena sang suami sudah merasakan kepuasan dengan kondisi istrinya.

“Jadi, semua dikembalikan ke pasien itu sendiri. Dokter hanya membantu,” tukas dr Eighty. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry