Personel dari tim Zeni dan kesehatan dengan diangkut kapal Detasemen Perhubungan Kodam V Brawijaya telah tiba di Pulau Sapudi dan disambut tokoh masyarakat. DUTA/ANDI MULYA

SURABAYA | duta.co – Kodam V Brawijaya menurunkan Tim Zeni dan Kesehatan di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep untuk membantu warga serta membangun rumah rusak akibat gempa dengan magnitudo 6,3 Skala Richter, Jumat (12/10) siang.

“Total 31 personel sudah ada lokasi bencana usai melalui jalur laut dengan menggunakan Kapal Motor Cepat (KMC) Komando milik Perbekalan dan Angkutan Kodam V/Brawijaya,” ujar Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Kapendam menambahkan, pengiriman pasukan tersebut terdiri dari personel Yon Zipur – 5/Arati Bhaya Wighina, Kesehatan Kodam V/Brawijaya, Staf Teritorial Kodam V/Brawijaya dan Detasemen Perhubungan Kodam V/Brawijaya (Denhubdam V/Brawijaya).

“Pengiriman personel tersebut sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam membantu pelaksanaan proses evakuasi para korban dan pendataan rumah-rumah milik warga yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Menurutnya, masing-masing satuan terdiri dari 16 personel Yonzipur, 7 personel Kesdam, seorang personel Sterdam, seorang personel Hubdam dan enam awak kapal KMC.

“Kodam juga sudah mendirikan posko darurat bencana. Nantinya, para korban bencana akan mendapat pengobatan langsung di sana,” ucapnya.

Tidak hanya tim dari Kodam V Brawijaya, bantuan kemanusiaan dari “Second Fleet Quick Respon” (SFQR)  Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V juga telah tiba di pelabuhan Kalianget, Sumenep yang kemudian diangkut Kapal Angkatan Laut Pagerungan menuju Dermaga Terebung,  Pulau Sapudi.

Komandan Lanal Batuporon Letkol Laut (P) Teguh Wibowo menjelaskan, satu truk barang campuran berupa beras, gula pasir, sarden, biskuit, air mineral, mi instan, minyak goreng, susu kental manis dan lainnya segera diserahkan ke warga.

“Laporan yang saya terima sampai sekarang masih aman dan lancar. Apabila masih ada bantuan dari berbagai pihak, kami siap untuk berkoordinasi terkait penyaluran bantuan untuk korban gempa,” katanya.

Sebelumnya, BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo pada kedalaman 12 kilometer. (nzm/and)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.