
SURABAYA | duta.co – The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026) kembali hadir sebagai forum ilmiah tahunan yang mempertemukan para profesional kesehatan kerja dari dalam dan luar negeri. Tahun ini, IOMU mengangkat tema “Occupational Medicine without Borders: Emerging Risks, Evolving Workforces, and Inclusive Collaboration” yang menyoroti tantangan baru dalam dunia kerja yang terus berkembang.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ilmiah tahunan PERDOKI ke-18 The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026). Tema yang diangkat sangat bermanfaat dan tantangan dunia kerja saat ini yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, perubahan pola kerja sehingga munculnya risiko-risiko baru di tempat kerja.
“Dalam konteks tersebut menjadi semakin strategis sebagai bagian penting dalam penguatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja nasional. Kesehatan pekerja bukan hanya perlindungan tetapi juga untuk produktivitas sebagai pondasi,” kata Yassierli dalam sambutan pembukaan The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026) di Sheraton Surabaya via daring.
Ketua IOMU 2026 Dr. Iwan Susilo Joko, MKK, Sp. Ok mnegatakan IOMU 2026 terdiri dari dua agenda utama, yaitu konferensi dan workshop. Sesi konferensi menghadirkan pembicara nasional dan internasional melalui plenary, concurrent, dan parallel sessions yang membahas berbagai isu strategis seperti risiko kerja baru, perubahan tenaga kerja, kesehatan mental, perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi dan artificial intelligence dalam kesehatan kerja.
“Selain itu, lima workshop interaktif diselenggarakan untuk memberikan pembelajaran praktis, meliputi manajemen risiko berbasis ISO 45001, pemanfaatan big data dan AI, diagnosis penyakit akibat kerja berbasis psikososial, penilaian fit for work, serta Health Impact Assessment dalam praktik kesehatan kerja,” katanya.
Menurutnya sebagai bagian dari pengembangan ilmiah, acara ini juga menyelenggarakan oral presentation dan poster presentation, yang menjadi wadah bagi para peneliti dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi terbaru di bidang kedokteran okupasi.
Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai negara, IOMU 2026 menjadi platform kolaborasi lintas batas yang memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan komprehensif serta solusi inovatif dalam meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas tenaga kerja di berbagai sektor.”
President Academy of Occupational and Environmental Medicine Malaysia (AOEMM) Dr. Abu Hasan Samad mengaku senang dengan terselenggaranya even The 18th Indonesian Occupational Medicine Updates (IOMU 2026). Dengan menghadirkan partisipan dari internasional bisa menjadi masukan yang penting.
Wakil Ketua IDI: DR. Dr. Sutrisno, Sp.OG(K), Subsp. FER mengatakan dunia kesehatan progresif dan terus berkembang. Dimana yang diurusi masalah kesehatan kerja ratusan juta orang Indonesia masuk golongan ini.
“Tentu harapan dari kegiatan ini luar biasa dengan mengangkat tema yang sangat bagus dan komplit sehingga bisa mendapatkan inovasi dan solusi terbaik,” jelasnya.
Sementara Ketua PERDOKI DR. Dr. Agustina Puspitasari, Sp. Ok, Subsp. BioKO(K) menegaskan dengan konferensi ini dihadiri seluruh para dokter juga profesi lain seperti psikolog klinis atau HRD yang bergabung. Para dokter spesialis, dokter umum, dokter perusahaan, dokter yang ada di fasilitas kesehatan bersama-sama saling sharing pengalaman.
“Semua kumpul berbagi ilmu dan sharing pengalaman, juga ilmu update sesuai eviden bagi kita menuju untuk pelaksanaan undang-undang 17 tahun 2023 dan turunannya upaya dari preferensi, kuratif, rehabilitasi dan variatif di kesehatan kerja. Harapannya pekerja Indonesia makin produktif dengan upaya ilmiah yang kita adakan untuk saling berdiskusi dan berjejaring,” jelasnya. Imm







































