Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga saat memberikan Budikdamber secara simbolis kepada Panti Asuhan Amanah Insan, Kamis, (19/8/21). (Dok/Pribadi)

SURABAYA | duta.co – Pandemi Covid 19 yang terjadi di Indonesia begitu memukul sektor ekonomi. Banyak orang harus memutar otak agar tetap mendapatkan penghasilan di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Berwirausaha menjadi salah satu solusi yang bisa ditempuh.

Belakangan, pandemi juga mengubah kebiasaan orang untuk mendapatkan uang. Banyak yang kemudian memilih untuk menjalankan usaha sendiri dari rumah. Salah satu yang naik daun saat pandemi adalah Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber).

Budikdamber merupakan kombinasi antara beternak ikan dan bercocok tanam. Dua aktivitas itu bisa dilakukan bersama-sama dengan cukup menggunakan satu media, yaitu ember. Lebih efektif, efisien, dan tentu saja bisa menghasilkan cuan jika mampu mengelolanya dengan baik.

Melihat peluang tersebut, Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (Unair) terjun langsung ke masyarakat untuk mengajarkan tentang tata cara dan peluang Budikdamber. Bertajuk “Peningkatan Produktivitas saat Pandemi Covid-19 melalui Agricultural Innovation Budikdamber”, 3 dosen dan 2 mahasiswa memberikan pelatihan terpadu ke Panti Asuhan Amanah Insan yang terletak di Jalan Kuwukan Lapangan, Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

“Jadi kegiatan ini memang menjadi salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni di bidang pengabdian masyarakat. Selain itu, kami juga ingin menjaga semangat orang-orang di panti asuhan ini agar tetap produktif saat pandemi,” jelas Ketua Tim, Ayu Lana Nafisyah kepada duta.co, Kamis (19/8/2021).

Ayu menjelaskan, program tersebut berlangsung mulai Juni hingga September 2021. Awalnya, dia bersama timnya memberikan pelatihan secara daring melalui Zoom. Dia mengakui, pandemi memang menjadi tantangan sendiri saat memberikan penyuluhan. Namun demikian, terbatasnya tatap muka tak mengurangi antusiasme warga panti asuhan tersebut untuk mengaplikasikan Budikdamber.

Budikdamber yang diberikan kepada Panti Asuhan Amanah Insan. (Dok/Pribadi)

Budikdamber Beri Banyak Manfaat

Budikdamber, lanjut Ayu, memang banyak digandrungi orang untuk mengisi waktunya selama pandemi. Trennya naik pesat, lantaran orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. “Budikdamber ini punya banyak manfaat, khususnya bagi warga panti asuhan ini. Selain bisa sebagai wahana edukasi anak-anak di panti, ikan dan tanaman ini bisa dipanen dan dikonsumsi sendiri, bahkan bisa dijual lagi. Sehingga, harapannya panti juga tidak mengandalkan keuangan dari donatur,” lanjutnya.

Alumnus SMAN 6 Surabaya ini memaparkan, ikan yang dipakai adalah lele. Sedangkan tanamannya adalah kangkung. Ember berukuran 80 liter itu diisi 60-80 ekor benih lele. Di atasnya, ada 10 cup kangkung. Budikdamber tersebut memang tidak membutuhkan media tanam yang luas, cocok diaplikasikan di rumah.

Perawatan Budikdamber pun terbilang mudah. Cukup mengganti air seminggu sekali, memberi makan lele 3-4 kali sehari. Dalam rentang waktu 2 bulan, ikan lele bisa dipanen. “Modalnya, satu Budikdamber sekitar Rp80 ribu. Kalau dijual, dengan persentase terendah 4 kilogram lele, bisa menghasilkan sekitar Rp100 ribu,” paparnya.

Ayu menambahkan, tantangan terbesarnya memang mencari pasar ke mana lele itu akan dijual. Dia memastikan bahwa timnya akan terus berkomitmen untuk membantu panti asuhan apabila ingin menjual hasil panen Budikdamber tersebut.

“Meskipun program kami ini selesai bulan depan (September), kami tetap mengawal kebutuhan panti untuk memasarkan hasil panennya,” tambah perempuan yang menempuh S2 dan S3 di Department of Environmental Dynamics and Management, Hiroshima University, Jepang tersebut.

Secara simbolis, Ayu dan timnya memberikan bantuan 12 Budikdamber. Diharapkan, Budikdamber sumbangsih Unair itu bisa menyokong kebutuhan panti asuhan.

Panti Asuhan Amanah Insan sendiri saat ini memiliki 8 orang pengurus dan 70 anak asuh dengan 20 di antaranya tinggal di panti. “Semoga kegiatan (Budikdamber) ini bisa berjalan terus. Selain bisa menghindari jenuh di tengah pandemi seperti ini, juga bisa membantu perekonomian panti,” ungkap Ketua Yayasan Panti Asuhan Amanah Insan, Lilik Harini Iswati. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry