SURABAYA | duta.co – Setelah sempat turun hingga dibawah angka 100, sebaran kasus baru positif covid-19 di Jatim kembali menghentak dan mencetak rekornas ke 29 selama pandemi covid-19 di Indonesia.

Berdasakan data Satgas percepatan penangana covid-19 Jatim pada Senin (22/6/2020) tambahan kasus baru positif covid-19 di Jatim sebanyak 258 kasus, sehingga secara total menjadi 9.840 kasus di seluruh Jatim.

Tak ayal, selisih jumlah kasus positif covid-19 antara provinsi Jatim dengan provinsi DKI Jakarta (10.098) secara kumulatif juga semakin tipis yakni tinggal 258 kasus saja.

Kendati demikian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan tidak terlalu khawatir karena peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif itu sudah diprediksi akibat semakin massifnya testing dan tracing yang dilakukan sehingga secara kuantitatif Jatim juga tertinggi di Indonesia untuk jumlah testing baik melalui rapid test, TSM maupun Swab PCR yang sudah dilakukan.

“Sampai hari ini, rapid test yang dilakukan Jatim sebanyak 213.211. Dimana sebanyak 198.160 test dilakukan Dinkes kabupaten/kota dan 16.051 test dilakukan tim covid-19 hunter Jatim,” ungkap Khofifah Indar Parawansa, Senin (22/6/2020).

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengaku optimis dengan semakin massifnya test massal yang dilakukan, maka deteksi dini,  tracing dan treatment bisa berjalan dengan baik, sehingga upaya memutus mata rantai covid-19 juga lebih maksimal bahkan segera bisa dihentikan penyebarannya.

“Alhamdulillah Kota Madiun sudah berhasil masuk zona hijau dan akan disusul kabupaten/kota yang lain yang saat ini masih masuk kategori zona orange dan zona kuning. TInggal 7 daerah di Jatim yang masih zona merah,” ungkap mantan Mensos RI ini.

Dijelaskan Khofifah, dari 9.840 kasus positif covid-19, sebanyak 5.930 orang (60,26%) masih dirawat. Kemudian 2.915 orang (29,62%) sudah dinyatakan sembuh dan 744 orang (7,56%) yang meninggal dunia.

“Kita bersyukur hari ini pasien yang sembuh bertambah 60 orang. Tapi kita juga ikut berduka karena yang meninggal dunia bertambah 13 orang,” kata ketua Satgas covid-19 Jatim ini.

Kabupaten/Kota yang berkontribusi pada penambahan kasus baru positif meliputi Kota Surabaya 143 (pending 160), Sidoarjo 25, Gresik 17, Bojonegoro 13, Sumenep 10, Bangkalan 8, Kab Mojokerto 6, Lamongan 5. Kemudian masing-masing 3 kasus yakni Kota Probolinggo, Pamekasan, Nganjuk, Kota Malang, dan Situbondo.

Selanjutnya, Kota Kediri 2, Pacitan 2, Kab Pasuruan 2. Lalu masing-masing 1 kasus meliputi Lumajang, Bondowoso, Kota Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Banyuwangi, Jombang, Kota Mojokerto, Kab Probolinggo, dan Jember.

TINGKATKAN kEWASPADAAN

Sementara daerah yang berkontribsi pada penambahan angka kesembuhan adalah Kota Surabaya 36, Gresik 3, Sampang 3, Nganjuk 3. Lalu masing-masing 2 orang yakni Lamongan, Sidoarjo, dan Kota Mojokerto.

Sedangkan masing-masing tambah 1 orang yang sembuh yakni Kota Madiun, Kota Blitar, Kab Madiun, Kota Kediri, Kab Mojokerto, Pacitan, Bangkalan dan Situbondo.

“Pasien yang meninggal dunia berasal dari Gresik 2, Sidoarjo 3, Kab Probolinggo 1, Pacitan 1, Kab Pasuruan 1, Bangkan 1 dan Kota Surabaya 4, sehingga totalnya ada 13 orang,” ungkap Khofifah.

Untuk kasus PDP, lanjut Khofifah bertambah 151 kasus baru, sehingga akumulasinya menjadi sebanyak 9.401 kasus di Jatim. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.023 orang masih diawasi, lalu 4.228 orang sudah tak diawasi dan 1.150 orang meninggal dunia,” katanya.

Kemudian untuk kasus ODP berkurang 305 kasus, sehingga totalnya menjadi 27.449 kasus di Jatim. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.865 orang masih dipantau, lalu 23.448 orang sudah tak dipantau dan 136 orang meninggal dunia,” beber Gubernur Jatim.

OTG juga bertambah cukup banyak yakni 568 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 31.941 kasus di Jatim. “OTG dan ODP yang jumlahnya masih sangat banyak itulah yang menjadi sasaran utama dari test massal yang masif di berbagai daerah di Jatim, sehingga penambahan kasus baru positif masih tinggi di Jatim,” tegas Khofifah.

Ia juga mewanti-wanti agar seluruh masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kedisipilan mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat kendati di Jatim sudah tidak ada yang memberlakukan PSBB.

Tujuannya supaya masa transisi menuju New Normal Life bisa segera diakhiri dan angka sebaran bisa dikendalikan. “Kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga physical distancing dan menghindari keramaian (sosial distancing) serta sering mencuci tangan dengan sabun merupakan alat pelindung diri supaya kita tak tertular covid-19,” pungkas Khofifah Indar Parawansa. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry