Tes Spirometri untuk Pengunjung Unair Education Expo. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair)  melakukan tes spirometri pada para pengunjung Unair Education Expo 2020 di Auditorium Kampus C, Jumat (21/2/2020). Tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi paru-paru seseorang apakah terjadi kelainan atau tidak.

Apalagi kasus virus corona marak diperbincangkan saat ini yang deteksi awalnya mengalami gangguan pada pernafasan seperti sesak nafas. Tes ini mendapatkan respon luar biasa dari pengunjung terutama siswa-siswi SMA sederajad karena ajang pameran seluruh fakultas di Unair itu diperuntukkan bagi anak-anak SMA khususnya kelas 12.

Salah satunya adalah Eka Oktavia. Bersama teman-temannya dari SMA Negeri 1 Bangkalan, dia rela antre ikut tes spirometri itu. “Saya penasaran, ingin tes apa saya ini sehat atau tidak. Apalagi sekarang musim virus corona,” ujarnya.

Saat dites, Eka dipandu dokter yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis (PPDS) Penyakit Paru FK Unair, dr Susi. Eka disuruh meniup alat yang sudah disiapkan sesuai dengan panduan dr Susi sambil dilihat di layar monitor apakah tiupan itu benar atau tidak. Jika kurang benar, maka disuruh ulangi hingga didapat hasil yang sempurna.

Dokter ahli paru FK Unair, Dr dr Resti Yudawati SpP (K) mengaku senang cek kondisi paru ini mendapatkan respon yang luar biasa dari pengunjung. Karena pengecekan dengan spirometri ini penting dilakukan.

“Apalagi mereka yang sering mengalami sesak nafas, yang kambuh-kambuhan. Kalau untuk tes virus corona mungkin untuk deteksi awal saja ketika sesak nafas. Kalau untuk menentukan itu virus corona atau tidak, tidak bisa menggunakan alat itu,” jelasnya.

Tes Spirometri untuk Pengunjung Unair Education Expo

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetojo, SpU (K) mengaku setiap tahun FK Unair selalu menampilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pengunjung di ajang Unair Education Expo. Tidak hanya itu, FK Unair selalu menjadi buruan para siswa SMA sederajad yang hadir di setiap ajang Unair Education Expo. “Makanya kita selalu mendapatkan penghargaan yang terbaik di ajang ini,” tandas Prof Soetojo.

Unair Beri Golden Tiket

Sementara itu, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengungkapkan pihaknya memberikan golden ticket bagi siswa dengan dua skema. Skema pertama adalah golden ticket untuk 10 ketua osis yang pilihannya masuk ke Unair melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan jurusan yang dipilih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Skema kedua kata Prof Nasih adalah golden ticket khusus masuk ke program studi baru bagi mereka yang rangking satu hingga lima di sekolah. “Mereka pun harus mendaftar di jalur SNMPTN sampai proses final. Ini ada 31 siswa yang diterima di skema ini,” tutur Prof Nasih. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry