JOMBANG | duta.co – Kembalinya Sugiat SSos, MPsiT ke kampung halaman (Kabupaten Jombang), sebagai Pj Bupati Jombang, tampaknya mengusik sejumlah politisi. Apalagi mantan Kepala BIN Daerah Sulawesi Barat itu ‘terus terang’ tidak tega meninggalkan Jombang dalam kondisi ‘terpuruk’. Ia ikhlas pensiun dini, mundur sebagai Pj Bupati, maju di Pilkada 2024.

“Keputusan Pak Giat (Sugiat) ini memang dramatis. Semua politisi Jombang tidak menyangka. Terutama yang sudah ‘kebelet’ menjadi Bupati Jombang. Saya tidak heran, kalau kemudian balihonya dirusak orang tak dikenal (OTK),” demikian Ahmad Danail Miqdad, Sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini kepada duta.co, Rabu (24/7/24).

Baliho itu, sesungguhnya hanya untuk tes ombak. Baliho mejeng di tingkungan arah terminal Kepuh Sari, perumahan Yasmin, Jombang. Sejumlah relawan Sugiat langsung turun tangan. “Kita akan perbaiki biar tetap manis dilihat masyarakat Jombang. Mungkin yang merusak saking senangnya sampai harus menyoblos gambar baliho segala,” terang salah seorang relawan Sugiat.

Menurut Amiq, panggilan akrab Ahmad Danail Miqdad, Sugiat memang menjadi ‘kuda hitam’ dalam Pilkada 2024 Jombang tahun ini. Di samping sosoknya mumpuni, pengalamannya seabrek, dia selama 10 bulan menjadi Pj Bupati. Dengan begitu, Pak Giat bisa melihat penyakit akut yang terjadi di Kabupaten Jombang. “Sampai berani kehilangan 3 tahun masa aktifnya di BIN, ini menunjukkan betapa berat masalah Jombang,” urai warga Jogoroto, Jombang ini.

Apalagi, tambahnya, penyakit akut Jombang ini sudah lama dirasakan generasi milenial. “Kita saksikan sendiri, betapa nihil pembangunan di Jombang. Proyek-proyek strategis mangkrak. Tirta Wisata (TW) yang dulu menjadi kebanggaan, sekarang seperti taman hantu. Begitu Pak Giat masuk, infrastruktur desa dibenahi. Tapi, untuk benahi Jombang, tidak cukup satu atau dua tahun. Ikut Pilkada 2024 itu keharusan. Setuju, hebat Pak Giat,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry