Rektor Universitas Airlangga Prof Moh Nasih. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Akan ada kemungkinan tes masuk perguruan tinggi menggunakan ujian berbasis androidterutama untuk jalur masuk perguruan tinggi melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinnggi Negeri (SBMPTN).

Rektor Universitas Airlangga Prof Moh Nasih  mengatakan 2017 lalu, ujian SBMPTN dilakukan melalui dua cara. Yakni berbasis komputer (Computer Based Test) dan berbasis kertas (Paper Based Test ). Tahun ini, apa perubahan istilah untuk ujian keduanya. Yakni, ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan ujian tulis berbasis cetak (UTBC).

Rektor mengatakan, rencana ujian berbasis android ini masih digodog oleh panitia pusat. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan, termasuk, kemungkinan adanya hacker. Sebab, aspek inilah yangh patut diwaspadai mengingat ada banyak hal yang bisa terjadi ketika ujian menggunakan internet sebagai media.

“Panitia pusat sedang melakukan penyiapaan terkait mekanismenya, sehingga semuanya akan berjalan dengan kancar. Khawatirnya, ada hacker yang bisa menjebol sistem. Kalau nggak ada kendala kita akan menggunakan komputer. Bahkan kita sedang menelaah tes berbasis andoid,” ujar rektor.

Tahun 2017 lalu, ada 23 ribu mahasiswa di Indonesia yang mengikuti tes berbasis komputer. Tahun ini jumlah itu ditargetkan 10 kali lipat mencapai 200 ribu. Untuk wilayah Surabaya, jumlah yang ditetapkan tahun 2017 lalu yakni sekitar 1000 peserta yang dapat mengikuti tes berbasis komputer.

Seleksi jalur SNMPTN akan dilakukan 17 April mendatang. Biasanya, satu atau dua minggu setelahnya jalur SBMPTN akan dibuka. Dalam kesempatan ini, Prof Nasih mengimbau kepada seluruh calon peserta SBMPTN untuk cermat dalam mengerjakan soal. Terlebih, cermat dalam mengisi kolom biodata.

Sebab, kesalahan sedikit saja, maka nilai tidak akan keluar. Apalagi, nilai SBMPTN nantinya akan digunakan untuk mendaftar perguruan tinggi melalui jalur Mandiri, jika jalur SBMPTN tidak diterima.

“Kalau masuk UNAIR mohon dengan hormat untuk ikut SBMPTN. Tolong di SBMPTN hati-hati, jangan sampai ada salah kode soal, tanggal lahir, maupun identitas lain yang berakibat nilai tidak keluar,” tegas rektor.

“Begitu SBMPTN ada nilai yang tidak valid, maka yang bersangkutan kehilangan kesempatan untuk bisa daftar di jalur mandiri,” tambahnya.

H-1 Penutupan SNMPTN, 25 Ribu Siswa Mendaftar

Satu hari menjelang penutupan pendaftaran mahasiswa jalur SNMPTN, Universitas Airlangga menerima calon mahasiswa sejumlah 25.151 pendaftar. Jumlah ini menutur Prof Nasih sudah mencapai 85 persen dari jumlah pendaftar tahun lalu yang mencapai 29 ribu. Diperkirakan, jumlah ini akan terus naik hingga pendaftaran ditutup.

Sampai Senin (5/3) siang, program studi yang peminatnya meningkat lebih dari 100 persen adalah program studi yang ada di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unair Banyuwangi. Meliputi, prodi Akuntansi, Pendidikan Dokter Hewan, Kesehatan Masyarakat, dan Budidaya Perairan.

Dari jumlah 25.151 pendaftar itu, jumlah pendaftar terbanyak pertama adalah prodi Kesehatan masyarakat (1662), prodi Manajemen (1500), prodi Psikologi (1400), dan prodi Akuntansi (1370). Sementara itu, karena daya tampung masing-masing prodi berbeda, maka keketatan prodi juga berbeda.

Berbasarkan keketatan, untuk jalur SNMPTN, prodi terketat pertama yaitu Ilmu Gizi dengan jumlah pendaftar 1100 dan hanya memiliki daya tampung sebesar 27 mahasiswa. Kedua, prodi Teknobiomedik dengan jumlah pendaftar 594 dan daya tampung sebesar 18 mahasiswa.

Sementara itu hingga Senin siang, prodi lain yaitu Pendidikan Dokter, jumlah pendaftar mencapai 1369 dengan daya tampung sebesar 66, Ilmu Komunikasi memiliki jumlah pendaftar 801 dengan daya tampung 33, Hubungan Internasional memiliki jumlah pendaftar 787 dengan daya tampung 33, dan Administrasi Negara memiliki jumlah pendaftar 806 dengan daya tampung 33 mahasiswa.

Rektor mengimbau kepada seluruh siswa agar segera mendaftarkan diri pada program studi yang memang diminati dan sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Masih ada waktu 1,5 hari, masih ada waktu calon mahasiswa untuk berpikir matang-matang untuk menentukan jurusan yang diinginkan,” ucap rektor.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mengatakan, semua prodi di UNAIR memiliki peminat yang tinggi. Hanya saja, ada beberapa prodi yang memang memiliki keketatan lebih rendah dibanding prodi-prodi favorit yang telah disebutkan sebelumnya.

Di antara prodi yang masih longgar itu adalah Pendidikan Dokter Hewan (571 pendaftar dengan kuota 75) dan juga Fisika (214 pendaftar dengan kuota 30). Meski mengalami lonjakan pendaftar dibanding tahun 2017, program studi di PSDKU UNAIR Banyuwangi juga memiliki keketatan yang masih longgar.

“Program studi yang cukup longgar bisa menjadi pilihan bagi kawan-kawan mahasiswa yang belum mendaftar. Yaitu prodi yang ada di PSDKU UNAIR Banyuwangi, agak longgar dibanding prodi-prodi yang lain,” tutup rektor. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.