Saat menjalani tes Antigen di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, sejumlah santri dan santriwati kecil, ada ketakutan dan menangis. (DUTA.CO/Agoes Basoeki)

MADIUN | duta.co – Sejumlah santri dan santriwati asal Kabupaten Madiun, hendak kembali belajar ke Pondok Pesantren (Ponpes) harus menjalani tes medis bebas Covid-19. Mereka berasal dari Ponpes Miftahul Ulum Krempyang, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

“Mereka melalui alumni Ponpes Miftahul Ulum lalu berkirim surat ke Bupati Madiun (Ahmad Dawami Ragil Saputra), meminta bantuan tes bebas Covid-19. Surat itu langsung direspon dengan cepat oleh Bupati Madiun,” jelas Kabag Humas Mashudi, Rabu (9/6/3021).

Ia mengatakan Bupati Madiun meminta Dinas Kesehatan melakukan tes medis bebas Covid-19, pelaksanaan dilakukan di Pendopo Muda Graha. Hal itu sebagai wujud perhatian serius bagi warga Kabupaten Madiun, khususnya para santri dan santriwati akan kembali ke Ponpes Miftahul Ulum.

Dilaporkan, hasilnya dari 93 santri dan santriwati menjalani tes Antigen hasilnya seluruh dinyatakan negatif. Selama menjalani tes Antigen, sejumlah santri dan santriwati kecil, beberapa diantaranya ada ketakutan hingga menangis. Namun, didorong orang tua mendampingi dan support Tim Medis, mereka akhirnya ikut tes.

“Ayo, adik cantik nggak apa-apa, kok. Rasanya tidak sakit, seperti mengambil upil aja, dijamin tidak sakit. Siap, ya,” ujar seorang Tenaga Medis merayu. Masih sambil menangis, hanya dalam hitungan detik, tes Antigen pun selesai. Sedangkan, sianak sembari berlinang air mata dihampiri sang orang tua.

Terpisah, Ketua Alumni Ponpes Miftahul Huda Kabupaten Madiun Mukhtar menyampaikan puji syukur hasil tes Antigen seluruh santri dan santriwati hasilnya negatif. “Kami juga sampaikan terima kasih kepada Pemkab Madiun dan Bupati Madiun atas pelaksanaan tes Antigen ini bisa terwujud,” ujarnya. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry