Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP Ribka Tjiptaning (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin ‘ditatar habis’ oleh Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP Ribka Tjiptaning.

Ribka menyampaikan saat Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito, dan Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir pada Selasa, 12 Januari 2021.

Wanita yang dikenal dengan bukunya ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ itu, terang-terangan menolak divaksin dan menyebut Kemenkes (Kementerian Kesehatan) sebagai ladang dagang.

Sampai Rabu (13/1/21) pagi, TikTok berisi paparan Ribka — di depan Menkes Budi Gunadi — itu masih viral di medsos. Ada dua versi, pertama berdurasi 1 menit 56 detik. Kedua, durasi 1 menit 47 detik.

Isinya berkelanjutan, dari warning negara tidak boleh berdagang dengan rakyatnya, sampai bahaya vaksin yang belum jelas efektifitasnya.

Kalimatnya pedas: “Saya bingung juga dengan Pak Jokowi ini (terakhir-tarakhir). Tapi karena tugas dari partai saya, cuma untuk memenangkan saja, ya bagaimana?,” katanya.

“Yang harus saudara menteri ingat, saudara menteri hanya dipilih oleh seorang presiden. Itu yang harus digarisbawahi. Tapi kami-kami ini, dipilih ratusan ribu rakyat,” jelasnya.

“Dipilih seorang Presiden, Jokowi yang memilih Anda. Kami-kami dipilih ratusan ribu rakyat. Ada bedanya, dan itu dengan jerih payah yang luar biasa,” tegas Ribka.

Makanya, lanjutnya, saya agak heran, menteri kesehatan bukan dari dokter. Padahal saya pikir-pikir, secara eselon, banyak juga. Ada Prof Kadir, ada Oscar, Ada  Pak Amig, di luar ada Prof Akmal.

“Tiba-tiba yang latar belakangnya ahli nuklir. Apakah ini mau dibom semua, covidnya. Latar belakangnya ekonomi, terus, tadi, pernah jadi Wamen BUMN,” urainya.

”Masalah dagang-dagang oke deh. Maret lalu saya sudah ngomong dalam rapat ini, begitu ada covid, ini ujung-ujungnya jualan obat, jualan vaksin.”

“Karena sekarang sudah bukan masanya (jual) APD. Nanti habis ini obat rame. Habis obat…, ini kan jago ekonomi, menterinya, ayooo.. wamennya BUMN , mesti taruh buat begitu dah. Habis ini stunting, udah tahu nih! Udah diplot begitu kesehatan untuk dagang.”

“Saya cuma ngingetin nih, ama adinda menteri ini. Masih muda saya panggil adinda. Ya… Negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya,” tegas Ribka.

Ribka juga menolak disuntik vaksin covid-19. Ia lebih memilih membayar denda bagi seluruh keluarganya ketimbang dipaksa disuntik vaksin.

“Saya tetap tidak mau divaksin. Saya udah 63 (tahun) nih, mau semua usia boleh tetap (tidak mau). Misalnya pun hidup di DKI semua anak cucu saya dapat sanksi lima juta mending gue bayar, mau jual mobil kek,” kata Ribka.

Sebelumnya sempat dinyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahwa, akan diterapkan denda Rp 5 juta bagi warga yang menolak divaksin.

ibka mengklaim banyak kasus vaksin yang ternyata berdampak buruk bagi kesehatan. Dia mencontohkan, ada penderita polio di Sukabumi, Jawa Barat yang malah mengalami lumpuh layu seusai divaksin antipolio.

“Terus antikaki gajah di Majalaya mati dua belas (orang). Karena di India ditolak, di Afrika ditolak, masuk di Indonesia dengan 1,3 triliun waktu saya ketua komisi. Saya ingat betul itu, jangan main-main vaksin ini, jangan main-main,” kata Ribka sebagaimana juga dikutip tempo.co.

Ribka pun mewanti-wanti pemerintah tak boleh memaksa vaksinasi Covid-19 kepada yang menolak. Pemaksaan, kata dia, adalah bentuk pelanggaran HAM. (mky,net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry