DIAMANKAN : Pelaku, orang gila saat diamankan polisi setelah menyerang tiga orang, salah satunya Babinsa yang akhirna meninggal. (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co – Nursadi (65) seorang pria yang mengalami gangguan jiwa, warga Dusun Langan RT. 003/RW.001 Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo mengamuk dengan mengunakan senjata tajam.

Akibatnya, Serda Abdur Rokhim (45) anggota TNI yang bertugas di Koramil Bungatan meninggal dunia ditusuk pisau pada bagian kakinya dan seorang warga bernama Salimin mengalami luka serius pada bagian tubuhnya.

“Peristiwa yang membuat geger warga RT.003/RW.001 Dusun Langan, Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, Situbondo ini, tiba tiba Nursadi mengamuk sambil membawa sajam,” jelas cucu Salimin warga setempat, kemarin.

Warga semakin panik, ketika Nursadi menusukan senjata tajamnya kepada Alimin (70) warga setempat. Akibatnya, Salimin roboh bersimbah darah.

“Melihat Alimin roboh terkena tusukan senjata tajam Nursadi, akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan Koramil Bungatan untuk minta pengamanan,” terang cucu korban Alimin.

Namun naas, pada saat warga dan pihak kepolisan dari Polsek serta Koramil Bungatan tersebut ingin mengamankan Nursadi agar tidak mengamuk lagi, tiba-tiba Nursadi menyerang Serda Abdur Rokhim, Anggota Koramil Bungatan dan seorang warga setempat menggunakan senjata tajam.

Serda Abdur Rokhim yang tadinya ingin mengamankan Nursadi justru terkena tusukan senjata tajam pada bagian kakinya. Sebelum menusuk Serda Abdur Rokhim, terlebih dahulu Nursadi menusuk Salimin. “Serda Abdur Rokhim meninggal dunia ketika perjalanan menuju Puskesmas Mlandingan,” jelas anggota Polsek Bungatan yang ikut mengevakuasi korban menuju Puskesmas Bungatan.

Menurut keterangan Sapi’i warga setempat mengatakan, Nursadi memang gila sejak lama, namun baru kali ini dia mengamuk dan membawa senjata tajam pisau.

“Waktu peristiwa itu terjadi, saya sempat takut, karena Nursadi ngamuk membawa pisau, akhirnya warga melaporkan peristiwa penusukan yang dilakukan Nursadi terhadap Salimin ke Polsek dan Koramil Bungatan,” ujarnya.

Aksi penusukan yang terjadi di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan tersebut, ketika korban Serda Abdur Rokhim sedang menjalankan tugas pengamanan acara adventure. Setelah warga laporan ke Polsek dan Koramil, Serda Abdur Rokhim mendatangi lokasi karena mendengar ada keributan orang gila mengamuk.

Setibanya di lokasi, Serda Abdur Rokhim yang juga Babinsa di desa setempat, ketika akan mengamankan pelaku. Bukannya Nursadi menyerahkan diri, justru menyerang anggota TNI tersebut. Karena pelaku memegang senjata tajam, maka Serda Abdur Rokhim mulai mengatur jarak dan sesekali mundur.

Saat mundur kakinya tersandung dan Serda Abdur Rokhim terjatuh. Dalam posisi terjatuh, Serda Abdur Rokhim diserang pelaku menggunakan pisau yang melukai kaki kirinya korban. Selanjutnya, ketika korban di bawa ke Puskesmas Mlandingan, dalam perjalanan menghembuskan nafasnya, karena kehabisan darah.

Sementara itu, Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Ahmad Juni Toa, kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa, dirinya sangat berduka atas kejadian yang menimpa anggotanya.

“Serda Abdur Rokhim memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas meski sedang hari libur, dia tetap melaksanakan tugasnya dengan baik,” kata Dandim.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan, Serda Abdur Rokhim ingin membantu warga, namun ikut diserang oleh pelaku yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Serda Abdur Rokhim meninggal akibat mengalami pendarahan terlalu berat.

Dilain pihak, korban penusukan lainnya Salimin masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Korban mengalami luka di bagian perut dan dagunya. Sedangkan Nursadi pelaku penusukan itu, sudah diamankan diruang sel Polres Situbondo. her

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry