Terowongan di Bandara Soetta yang mengalami longsor (foto: Cythtia/Okezone)

JAKARTA | duta.co – Mengerikan! Dua orang dalam Mobil Honda Brio, tertimpa beton sebesat 50-60 ton. Satu orang (Putri) berhasil diselamatkan dalam kondisi amat lemah, satunya lagi Muthmainnah (Ina) sudah 11 jam, saat berita ini diturunkan, belum berhasil dikeluarkan.

Untungnya, kondisi Ina masih kuat, bisa diajak bicara. Dia terjepit bodi mobil yang tertimpuk beton. Penyelamatan awal, Ina harus dibantu oksigen dan diinfus agar tidak kehabisan cairan.

“Kaki Ina terjepit, kepala sudah mepet dengan badan mobil,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi kepada detikcom, Selasa (6/2/2018) dini hari.

Keputusan tim penyelamat, mobil harus digergaji, dipotong-potong. Ini untuk memberikan sedikit kelonggaran kepada Ina. Petugas Basarnas juga butuh space agar bisa member pertolongan. “Kita perluas ruang, kita jebol setir mobil,” sambung Syaugi.

Musibah ini berawal dari hujan begitu lebat mengguyur daerah sekitar bandara Soekarno-Hatta, mengakitbakan longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (5/1/2018). Akibatnya, sebuah mobil tertimbun longsoran tersebut.

Informasinya, konstruksi dinding underpass longsor menutupi hampir seluruh bagian jalan. Terlebih, di atas underpass tersebut merupakan rel kereta api Bandara Soekarno Hatta yangs edang diuji coba.

Sialnya, ketik longsor dan abruknya beton itu, sebuah mobil tertimpa reruntuhan longsor dan mengakibatkan kemacetan parah di sepanjang Jalan Perimeter Selatan. Begitu mendengar peristiwa ini, Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam kendaraan yang tertimbun longsor.  Tapi ada daya, kondisi sangat parah dan berat.

“Saat ini petugas dari Polresta Bandara Soekarno Hatta, Angkasa Pura II dan pemadam kebakaran serta instansi terkait sedang berusaha evakuasi korban yang berada didalam kendaraan, tetapi, memang prosesnya tak semudah yang dibayangkan,” tandasnya.

Di lokasi, ayah salah satu korban Ina, menunggu di dekat ambulans. “Anak saya namanya Muthmainah, dia berdua sama temannya, Putri,” sebut Samsudin. Dia memastikan korban di dalam mobil adalah anaknya dari mobil yang ditumpangi.

“Saya lihat mobilnya, saya tanya ke atasannya, itu mobilnya Putri,” kata dia.

Petugas medis terus memantau kondisi korban, memberikan bantuan oksigen dan infus kepada korban. Reruntuhan tembok beton saat ini ditahan mesin hidrolik. Namun petugas belum berani menyingkirkan tembok dari atas mobil karena kondisi retak. “Jangan! Kita takut justru menimpa korban,” jelasnya. (okz,dtc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.