PONOROGO | duta.co –Warga kali ini tidak bisa membenarkan dan menuntut tempat pembuangan limbah atau Instalasi pengolahan air limbah (IPAL ) yang memadai. Diperparah dengan adanya temuan pemotongan ayam milik Hartini di Jl. Nias Banyudono,Ponorogo tida memiliki izin atau illegal menambah geram masyarakat setempat.

Padahal  pemotongan ayam di dekat Pasar Stasiun itu , sudah beroperasi lebih dari 5 tahun. Selain mencemari saluran air warga di RT 03/04 Banyudono, mobil pengangkut ayam sering transit di tengah jalan Nias.

” Saya sering membersihkan saluran. Dan limbah ayam selalu ada. Belum mobil yang transit trus dicuci di situ. Itu yang bikin kesal,” kata Masduki , warga Jl. Nias.

Untuk itu warga meminta agar pemotongan itu ditertibkan karena tidak berizin.  Sementara dari tempat pemotongan ayam milik Mingan, di Jl.  Biak, yang tidak jauh dari milik Hartini , selain IPAL-nya tidak berfungsi infrastruktur jalan juga rusak parah.

” Gimana tidak rusak. Lha limbahnya hanya digelontor air tanpa disaring. Makanya jalan juga hancur terkena aliran air limbah,” kata warga jl.Biak.
Selain itu fakta mengejutkan di dapat dari belakang dan depan pemotongan ayam Mingan ini. ” Ternyata ada dua pemotongan ayam milik warga bu Endang dan ada satu lagi di depan pak Mingan. Mereka tidak punya IPAL dan tidak punya izin. Dan limbah hanya ditampung di tanah pekarangan,” jelas Supriyanto
Ketua RT setempat.

Sebelumnya Tim Pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo melakukan sidak di pemotongan milik Mingan dan Hartini. Tim hanya menyarankan pemilik melengkapi ijin dan memperbaiki Ipal.
” Sebelum dibuang ke selokan harus melalui beberapa filter. Dan nanti harus diuji lab. Kalau limbah sudah bening baru boleh dibuang ke selokan,” kata Sucipto, Kabid P4LH Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo,saat sidak Kamis,(10/8).

Dinas Lingkungan Hidup juga berupaya menertibkan dua pemotongan ayam lainnya yang juga tidak memiliki izin atau illegal di lingkungan pasar di Ponorogo.
Sementara itu Lurah Banyudono Joko Setyo Jarwanto mengatakan, wilayah Banyudono khususnya sekitar Pasar Stasiun memang kawasan yang kumuh. Sehingga program Kotaku(kota tanpa kumuh) dari Kemtrian Pekerjaan Umum(PU) salah satunya jatuh ke kawasan tersebut.

” Dalam waktu dekat di Banyudono khusus lingkungan Pasar Stasiun akan dibenahi mulai drainase, jalan dan penghijauan. Dana hampir 1/2 milyar yang dikelola masyarakat,” kata Joko kemarin.(sna)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan