
JAKARTA | duta.co – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Rabu (16/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.702 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.694 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS (US Treasury).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS,” kata Lukman, Rabu, 16 september 2026 seperti dilansir infobanknews.
Selain itu, harga minyak dunia yang masih tinggi mendorong investor untuk lebih berhati-hati mengantisipasi sikap hawkish Federal Reserve (The Fed) dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini.
“Harga minyak dunia yang masih terus naik memicu antisipasi investor akan sikap hawkish The Fed pada FOMC malam ini,” imbuhnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (imm)




































