LONDON | duta.co – Seorang pria tewas dan delapan lainnya terluka akibat sebuah van melaju dan menabrak kerumunan pejalan kaki di dekat Masjid Finsbury Park, London utara, Inggris, Senin (19/6) dini hari WIB. Dewan Muslim Inggris menyebut kendaraan itu dengan sengaja menabrak para jemaah yang baru pulang tarawih.

SITUASI KACAU: Kondisi lokasi teror van menabrak jamaah pulang tarawih di Masjid Finsbury Park, London utara, Inggris, Senin (19/6) dinihari WIB. (reuters)

Seorang pria 48 tahun ditangkap akibat insiden ini. Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebutkan insiden itu berpotensi sebagai serangan terorisme. Dilansir dari BBC, Senin (19/6), kebanyakan dari korban merupakan jemaah yang tengah melakukan salat tarawih di Muslim Welfare House.

Saksi mata mengatakan, mobil van tersebut membelok dari jalan dan menyasar orang-orang tengah malam tadi. Akibatnya, sejumlah orang mengalami luka-luka, bahkan dikatakan ada juga korban jiwa.

“Polisi dipanggil ke lokasi pukul 00.20 sebab ada kendaraan yang menabrak para pejalan kaki. Ada sejumlah korban di tempat kejadian,” ujar polisi setempat, seperti dilansir dari laman Al Jazeera.

Insiden ini memang terjadi di Seven Sisters Road, Finsbury Park, London bagian utara, tepatnya di antara stasiun dan masjid setempat. Masjid Finsbury Park yang terletak dekat Seven Sisters Road itu diketahui pernah menjadi masjid tokoh Islam radikal Abu Hamza. Dia sempat menjadi imam masjid itu pada tahun 1997. Namun masjid itu berubah drastis di bawah manajemen baru.

Beberapa saksi mata, seperti dikutip media lokal Inggris, The Independent, menyebut kendaraan itu sengaja menabrak para jemaah yang baru keluar dari masjid sesaat setelah tengah malam. Salah satu saksi mata menuturkan kepada radio LBC bahwa banyak jemaah masjid itu yang mampir minum kopi di kafe setempat, yang menjadi lokasi insiden.

“Secara perlahan dan dengan sengaja menabrak kerumunan kafe di luar sebuah masjid,” tutur salah satu saksi mata kepada radio lokal LBC.

Polisi mengatakan, tepat pukul 00.20 pagi waktu setempat (06.20 WIB), peristiwa tabrakan di Seven Sisters Road, yang melalui kawasan Finsbury Park. Mereka mengatakan di sana ada sejumlah korban jiwa dan satu orang telah ditangkap.

“Dari jendela, saya mendengar banyak jeritan dan teriakan, banyak kekacauan di luar. Semua orang berteriak: van menabrak orang, van menabrak orang,” kata seorang perempuan yang tinggal di seberang tempat kejadian kepada BBC.

“Terdapat van putih berhenti di luar Masjid Finsbury Park yang sepertinya telah menabrak sejumlah orang yang keluar setelah selesai berdoa. Saya tidak melihat penyerang itu sendiri, meskipun dia tampaknya telah ditangkap, tapi saya memang melihat van itu,” tambahnya.

Seorang saksi Reuters melihat setidaknya satu orang diangkut ke dalam sebuah ambulans. Sejumlah polisi dan ambulans tiba di tempat kejadian.

Dewan Muslim Inggris menyebut kendaraan itu dengan sengaja menabrak para jemaah yang baru pulang Tarawih.

“Kami telah diberitahu bahwa sebuah van telah menabrak para jemaah yang baru meninggalkan Masjid #FinsburyPark. Doa kami bersama para korban,” demikian pernyataan Dewan Muslim Inggris (MCB), seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (19/6).

Harun Khan, yang merupakan ketua MCB menuturkan via Twitter bahwa mobil van itu ‘dengan sengaja’ menabrak orang-orang yang baru pulang Tarawih selama bulan suci Ramadan. Khan tidak menyebut lebih lanjut sumber informasinya itu.

Insiden tersebut menyusul serangkaian serangan di Inggris. Sebelumnya, delapan orang tewas dan 50 lainnya luka-luka pada 3 Juni, ketika tiga gerilyawan menabrakkan kendaraan ke pejalan kaki di Jembatan London dan menusuk sejumlah orang di dekat restoran dan bar.

Pada 22 Maret, seorang pria mengemudikan dan menabrakkan mobil sewaan ke pejalan kaki di Jembatan Westminster, London, dan menusuk seorang polisi hingga tewas sebelum akhirnya pelaku ditembak mati. Serangan tersebut menewaskan lima orang.

Pada 22 Mei, seorang pelaku bom bunuh diri, menewaskan 22 orang di sebuah konser penyanyi pop Amerika Ariana Grande di Manchester, Inggris utara. rtr, bbc, idp

Sementara itu, KBRI mengimbau WNI di London waspada. Belum diketahui apakah ada WNI yang menjadi korban. “Kita masih terus pantau media sosial untuk dapat informasi lebih banyak,” kata Sekretaris Fungsi Pensosbud KBRI London Dethi Gani saat dimintai konfirmasi, Senin (19/6). rtr, idp, bbc, ajz

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan