BOJONEGORO | duta.co – Kondisi hujan yang mengguyur Kota Bojonegoro, Senin sore (13/6), mengakibatkan ceceran lumpur dari staging area mobilisasi alat berat yang memasuki badan jalan di Jl. Pemuda. Hal tersebut sempat dikeluhkan oleh sejumlah warga di sepanjang jalur yang dilalui oleh truk besar pengangkut alat berat.

Menanggapi hal itu, Manager Relations Regional Indonesia Timur, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, Pertamina EP Cepu Field telah melakukan komunikasi dan koordinasi kepada mitra transporter untuk menangani hal tersebut dengan melakukan pembersihan.

“Kegiatan mobiliasasi peralatan pengeboran harus mengutamakan aspek Keselamatan berlalulintas, baik untuk transporter maupun bagi pengguna jalan lainnya. Sehingga transporter juga harus meminimalisir ceceran tanah di lokasi parkir (staging area), dan jika ada ceceran keluar maka harus segera dibersihkan,” ujarnya, Selasa (14/6/2022).

Terpantau ceceran tanah atau lumpur dapat segera tertangani dengan baik oleh pihak transporter yang bekerjasama dengan Damkar, Polres dan masyarakat sekitar lokasi staging area.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa kondisi Jalan Pemuda dipenuhi oleh ceceran tanah liat yang diperparah dengan turunnya hujan dan menjadikan jalanan licin. Sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara yang melintas.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat menyayangkan aktivitas yang menyebabkan kotornya jalanan yang masih termasuk kawasan jantung kota itu. Dia bahkan mempertanyakan ijin amdal dari kegiatan lalu lalang truk besar yang bertuliskan Pertamina tersebut.

“Masa perusahaan besar kayak gini,” ucapnya.

Salah satu petugas parkir yang tidak mau disebut namanya mengatakan, ceceran tanah itu berasal dari truk besar yang parkir di lahan yang rencananya akan dibangun sebagai Pasar Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

“Jalanan jadi licin, diperparah dengan guyuran hujan. Ini bahaya bagi pengguna jalan,” pungkasnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry