Speeping Budha yang ada di Mojokerto. Sangat mirip dengan di Thailand dan Myanmar. DUTA/istimewa

Wisata Patung Budha Tidur Mojokerto

Speeping Budha yang ada di Mojokerto. Sangat mirip dengan di Thailand dan Myanmar. DUTA/istimewa

Tidak perlu jauh-jauh datang ke Thailand atau Myanmar untuk melihat patung Budha Tidur atau Sleeping Budha. Karena di Mojokerto pun ada dan mirip sekali dengan yang ada di dua Negara dengan penganut agama Budha terbesar di Asia itu. Seperti apa yang di Mojokerto?

Menurut para pengamat patung Sleeping Budha terbesar di Indonesia dan menempati urutan ketiga setelah patung sejenis yang berada di negara Thailand dan Myanmar. Sleeping Budha di sini ukurannya sendiri mencapai 22 meter untuk panjangnya, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter berwarna keemasan, yang di bawahnya ada kolam kecil berisi ikan yang mengelilinginya.

 Selain patung Sleeping Budha juga ada miniatur candi Borobudur dan patung Budha dengan posisi dan pose lainnya, semisal berdiri, duduk dan sebagainya, juga ada relief di tembok sebelah belakang dari bangunan vihara yang menceritakan kehidupan sang budha.

Patung Sleeping Budha Maha vihara Mojopahit Trowulan terletak di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, berada di tengah perkampungan yang dekat sekali desa persawahan yang menjadikannya mempunyai suasana yang tenang dan sejuk khas pedesaan.

Ada banyak patung identitas umat Budha yang ada di sana, walau tidak sebesar Sleeping Budha. DUTA/istimewa

 Untuk lokasi desa Bejijong sendiri sangatlah mudah dicapai berada di kecamatan Trowulan yang merupakan kawasan yang diyakini menjadi tempat dari pusat kerajaan Mojopahit yang melegenda sehingga menjadikannya kaya akan potensi wisata selain ini yaitu candi Trowulan yang sangat bagus dan terawat seperti candi Brahu, candi Bajang ratu dan lain- lain.

 Untuk mencapai kawasan Bejijong yang merupakan lokasi dari Maha vihara sangatlah mudah sekali, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, karena berada dekat sekali dengan jalur jalan raya lintas provinsi Jawa Timur.

 Akses dari Arah Surabaya

Jika ambil arah ke Jombang, saat mencapai Trowulan tepatnya lampu lalu lintas di perempatan Trowulan tetap lurus namun pelankan laju kendaraan, sampai menemui kantor polisi atau kantor kecamatan Trowulan disebelah kiri jalan Anda akan menemukan pertigaan dan penanda jalan menuju lokasi Vihara, ambil pertigaan itu dengan belok kanan dan masuk perkampungan lalu di pertigaan pertama selanjutnya belok kiri, dan selanjutnya ada pertigaan lagi belok kanan dan lurus sedikit Anda akan menjumpai sebuah bangunan yang di kelilingi tembok tinggi dan pohon jati yang ada di luar pagarnya disisi kiri jalan, itulah Maha vihara Mojopahit.

Bila Anda memakai bus dari arah Surabaya ambil bus jurusan Solo dan Tulungagung/ Trenggalek atau jurusan apapun yang menuju Jombang, lalu turun di depan kantor kecamatan Trowulan. Lalu jalan kaki menyebrangi jalan ke arah perkampungan yang berada disisi kanan jalan raya, dan ikuti rute di atas kira-kira 300 meter dari jalan raya.

 Dari arah Jombang

Ambil arah ke Mojokerto, Anda akan melewati terminal Mojoagung dimana ada pertigaan arah ke Wonosalam tempat pesta duren paling enak tahunan dan gratis, tapi jangan turun disitu soalnya masih jauh. Tetap lurus hingga menemukan jalan baru (bypass Mojoagung) di sebelah kiri, tetap lurus namun pelankan kecepatan kendaraan Anda, liat sisi kanan jalan akan ada kantor kecamatan Trowulan disisi kiri ada semacam mini market belok kiri untuk masuk ke perkampungan lalu belok kiri lagi di pertigaan pertama lalu belok kanan dan tujuan Anda sudah ada di depan sebelah kiri jalan.

 Bila memakai kendaraan umum atau bus ambil jurusan ke surabaya atau ke timur, lalu minta turun di depan kecamatan Trowulan atau Vihara trowulan, para sopir dan kernet bus sudah tahu semua, kemudian jalan kaki menuju vihara kira-kira 300 meter, dengan masuk ke perkampungan disebelah kiri jalan, ikuti petunjuk, atau tanya ke orang dan warga sekitar pasti sudah tahu semua.

 Di wihara sendiri terdapat tempat parkir di luar gedung dan tembok, dan Anda hanya akan dikenakan biaya Rp. 2.000 saja, untuk jajanan hanya ada penjual bakso dan makanan desa, yang kadang-kadang ada dan tidak. (bbs)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan