Stanley Greenberg pernah mempresentasikan hasil polling soal Jokowi. Presentasinya itu diduga kuat hasil pesanan.
JAKARTA | duta.co – Ternyata Tim Jokowi – Ma’ruf Amin sendiri diduga menggunakan jasa konsultan asing. Hal itu terungkap setelah Juru Bicara BPN Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, Andre Rosiade, mengirimkan link website lembaga konsultan politik Amerika Serikat, The Political Strategist, ke sejumlah wartawan di Jakarta guna menunjukkan siapa sesungguhnya yang memakai jasa konsultan asing.
Salah satu kontributor yang disebutkan dalam website itu adalah Stanley Bernard Greenberg. Website itu pun mengulas sedikit biografi Stanley yang diketahui merupakan ahli strategi politik yang merupakan mitra pendiri di Greenberg Quinlan Rosner Research (GQR), sebuah perusahaan riset dan kampanye politik yang bermarkas di Washington D.C., Amerika Serikat, dan berafiliasi erat dengan Partai Demokrat.
The Political Strategist merinci sejumlah daftar klien Greenberg sebagai penyurvei dan ahli strategi politik. Beberapa di antaranya merupakan pemimpin negara yang namanya cukup terkenal, seperti Presiden AS Bill Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden AS Al Gore, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Senator sekaligus eks Menlu AS John Kerry, Kanselir Jerman Gerhard Shroder, hingga Presiden RI Joko Widodo.
Isu mengenai Stanley Greenberg merupakan konsultan Jokowi juga pernah muncul dalam Pilpres 2014.Dia juga pernah mempresentasikan hasil surveinya yang tentu saja dimenangkan oleh Jokowi.
Karena itu, saat Jokowi melontarkan pernyataan ada tim sukses capres memakai cara propaganda Rusia dan memakai jasa konsultan asing, Andre Rosiade pun mempertanyakan kebenaran Stanley Greenberg sebagai konsultan politik Jokowi tersebut. Ini lantaran muncul nama Jokowi sebagai salah satu klien Greenberg dalam website The Political Strategist.
“Kami mendapatkan informasi, apakah ini benar? Kami tunggu klarifikasi Pak Jokowi,” kata Andre.
“Kami tidak ingin melakukan tuduhan. Supaya tidak berkembang, tidak jadi fitnah, maka kami bertanya, apakah bener Pak Jokowi pernah jadi klien saudara ini sesuai yang ada di website,” lanjut politikus Gerindra tersebut seperti dikutip dari detik.com Rabu 6 Februari 2019 pagi ini.
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, membantah hal itu. Karding meminta agar masyarakat bijak dalam mengolah informasi mengenai persoalan semacam ini. Ia mengingatkan, bukan baru kali ini saja Jokowi diserang dengan fitnah atau hoax.
“Sebenarnya isu penggunaan konsultan asing oleh Pak Jokowi bahkan Jokowi menggunakan konsultan Yahudi itu sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Dan itu diulas sedemikian panjang oleh salah satu media yang mengatasnamakan Islam, kalau tidak salah VOA Islam, dan ternyata itu sebuah hoax,” kata politikus PKB itu.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menegaskan sang capres tidak menggunakan jasa konsultan asing, Stanley Greenberg. “Saya mengikuti dua periode Pak Jokowi nyalon, 2014 dan 2019. Saya tidak pernah mendengar atau melihat ada konsultan asing yang menjadi konsultan Pak Jokowi,” ungkap
Namun, mengutip dari laman Suara Pembaruan berita berjudul “Stan Greenberg, Konsultan Politik Bill Clinton Teliti Elektabilitas Jokowi 61 Persen yang diunggah pada Senin, 30 September 2013 (https://sp.beritasatu.com/home/stan-greenberg-konsultan-politik-bill-clinton-teliti-elektabilitas-jokowi-61-persen/42639), memang, ada berita peneliti Stan Greenberg, ahli polling Amerika Serikat dan konsultan politik ternama dunia, meneliti elektabilitas Jokowi pertengahan September 2013 adalah 68%, sedangkan PDI-P memperoleh 28%. Alasan responden memilih Jokowi, karena orangnya jujur dan dapat dipercaya.
Menurut lembaga survei yang juga konsultan politik Al Gore dan ratusan politisi dunia, di bawah elektabilitas Jokowi adalah Prabowo Subianto (PS) 15% dan Abu Rizal Bakrie (ARB) 11%. Untuk parpol, setelah PDI-P, disusul Partai Golkar (18%), Partai Demokrat (10%) dan Partai Gerindra sekitar 10%.
Saat itu Prof Dr Ibramsyah, Gurubesar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang juga mengikuti presentasi sang peneliti tersebut, mengatakan, hasil survei tidak terlalu mengagetkan, karena sudah tercermin dari hasil sejumlah lembaga survei selama ini. “Presentasi pekan lalu, tidak dilaksanakan secara terbuka, karena survei ini merupakan pesanan sebuah lembaga, bukan inisiatif Stan Greenberg,” ujar Prof Ibramsyah di Jakarta Senin (30/9/2013).
Survey Stan Greenberg dilaksanakan dengan pertanyaan tertutup: “Dari tiga nama berikut, jika pemilihan presiden dilaksanakan sekarang, siapa yang Anda pilih di antara Jokowi, Prabowo dan ARB?” Jawabannya, Jokowi 61%, Prabowo 15%, dan ARB 11%.
Menurut Stan Greenberg, dari 12 partai peserta Pemilu, PDI-P yang memperoleh suara 28%, menjadi satu-satunya partai yang lolos batas minimum pengajuan capres (25% suara atau 20% kursi DPRD RI).
Stanley Bernard Greenberg yang lebih dikenal sebagai Stan Greenberg, saat itu berusia 68 tahun (lahir 10 Mei 1945), adalah ahli polling dan strategi politik, yang pernah menjadi konsultan Presiden Amerika Bill Clinton, Al Gore, John Kerry, dan ratusan tokoh di Amerika dan dunia.
Di luar Amerika Serikat, tokoh besar klien Stan Greenberg, antara lain mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder, mantan Perdana Menteri Ingggris Tony Blair, dan Michael Häupl (Austria).
Stan Greenberg memperoleh Bachelor’s dari Universitas Miami dan PhD dari Universitas Harvard. Sebelum menjadi konsultan politik, Greenberg satu dekade sebagai pengajar di Universitas Yale. Hasil studi Stan tentang Ronald Reagen (1985), hingga kini menjadi studi legendaris.
Stan juga adalah CEO pada Greenberg Quinlan Rosner, firma polling dan konsultan. Bersama James Carville dan Bob Shrum, mendirikan Democracy Corps, organisasi non-profit yang senantiasa mempelajari strategi politik negara berpaham kiri. Greenberg kaya raya dan dermawan serta disebut-sebut orang yahudi liberalis. (wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.